Surabaya – Sidang mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan telah dilangsungkan. Kali ini, agendanya adalah mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Namun, terdakwa menegaskan keberatan. Dahlan memang memahami isi dakwaan tersebut. Namun, pihaknya tidak setuju dengan JPU.

Keberatan dengan Tuntutan Jaksa, Dahlan Iskan Ajukan Eksepsi di Sidang Berikutnya

Dahlan bersama kuasa hukumnya akan menyampaikan eksepsi atau nota keberatan dalam persidangan selanjutnya. Terdakwa kasus korupsi penjualan aset-aset milik Pemprov Jawa Timur saat menjadi Direktur PT Panca Wira Usaha (PWU) menolak seluruh dakwaan jaksa.

“Itu banyak yang saya tolak. Dulu juga banyak hak-hak saya yang tidak diindahkan,” kata Dahlan usai sidang di Ruang Cakra, Pengadilan Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa (6/12/2016).

Menurut mantan Dirut PT PLN itu, dakwaan yang dibacakan oleh JPU terlalu tergopoh-gopoh dan tak sesuai dengan persoalan. “Saya anggap terlalu tergopoh-gopoh,” ujarnya.

Dahlan menjelaskan, dari dakwaan itu, dirinya dituduh menjual aset pemerintah daerah (pemda). Padahal, kata Dahlan, aset yang dimaksud bukan aset pemda melainkan PT PWU.

Baca juga: KPK ”Sambangi” Enam Kantor Dinas di Jombang

“Pertama itu bukan aset Pemda tapi aset PT, saya itu sudah minta izin ke DPRD. Dan, DPRD telah memberi jawab seperti itu,” jelasnya.

Sidang selanjutnya bakal kembali dibuka pada Selasa 13 Desember 2016. Sidang yang dipimpin Hakim Tahsin itu selanjutnya mengagendakan pembacaan eksepsi dari pihak Dahlan Iskan. (Tita Yanuantari – harianindo.com)