Home > Ragam Berita > Nasional > Bikin Heboh, Soal Anak Kelas 5 SD Ini Berisi Adegan Pemerkosaan

Bikin Heboh, Soal Anak Kelas 5 SD Ini Berisi Adegan Pemerkosaan

Bogor – Lagi, beredar soal kontroversial yang berisi sesuatu yang tidak pantas yang tidak seharusnya dibaca dan diujikan kepada siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Bikin Heboh, Soal Anak Kelas 5 SD Ini Berisi Adegan Pemerkosaan

Sebuah soal ujian Bahasa Sunda untuk siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI), tertanggal 9 Desember 2016, beredar luas di Facebook. Yang membuat terkejut, soal tersebut berisi adegan cabul yang tidak pantas dibaca oleh bocah SD.

Soal ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook dengan nama Taufik Faturohman pada hari Rabu (14/12/2016).

“Astagfirullah, ini soal UAS Bahasa Sunda untuk siswa MI kelas 5 di Kabupaten Bogor, kok begini? Diujikannya Jumat kemarin, yakni 9 Desember 2016,” demikian tulis Taufik.

Dalam soal tersebut diceritakan, seorang pemuda dari Kabupaten Sumedang menyukai seorang wanita cantik di sebuah kampung. Namun, untuk mendapatkan gadis itu pemuda ini justru memperkosanya.

Adegan pemerkosaan tersebut dengan detil dijelaskan dalam soal itu.

Tentu saja beredarnya soal ini menjadi bahan hujatan dari banyak netizen, yang sebagian besar menyalahkan si pembuat soal.

“Iih. Siapa yang buat itu soal? Segitunya. Anak kecil mana mengerti,” tulis Ai Dedah Rosidah.

Bikin Heboh, Soal Anak Kelas 5 SD Ini Berisi Adegan Pemerkosaan

Wana Rohana, guru MIS Jamiatul Falah Sukaraja, yang menjadi salah satu tim pembuat soal itu langsung memberikan klarifikasi dan meminta maaf.

Menurut pengakuannya, Rohana mengambil soal tersebut dari Majalah Mangle dengan judul “Sasakala Cieunteung”, untuk mengisi kekosongan tim penyusun soal Bahasa Sunda.

“Salah satu kelemahan, kekhilafan dan keteledoran saya dalam memilih wacana ini, sehingga menyebabkan masalah yang sangat besar. Tidak ada niatan apapun dalam memilih wacana tersebut. Semua ini semata-mata murni kekhilafan saya,” tulis Rohana dalam klarifikasinya.

“Saya beristighfar kepada Allah atas kesalahan saya, dan mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya khususnya kepada Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor beserta seluruh jajarannya, kepada seluruh panitia KKMI Kabupaten yang terlibat di dalamnya, dan umumnya kepada seluruh warga madrasah,” tambahnya.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

20 Ormas Dipastikan Ikut Aksi 287

20 Ormas Dipastikan Ikut Aksi 287

Jakarta – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) bersama dengan sejumlah ormas rencananya ...