Home > Gaya Hidup > Kesehatan > 9 Cara Meningkatkan Peluang Kehamilan

9 Cara Meningkatkan Peluang Kehamilan

Jakarta – Pascapernikahan, sebagian besar pasangan suami-istri pada umumnya ingin segera dikaruniai anak. Namun, kadang impian tak semudah kenyataan. Banyak faktor yang menghambat perempuan bisa segera hamil.

9 Cara Meningkatkan Peluang Kehamilan

Sebelum menghasilkan momongan, kesuburan dan kesehatan perempuan harus dalam kondisi yang baik. Ini sangat penting untuk kehamilan yang sehat nantinya. Demi meningkatkan peluang kehamilan, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini seperti dilansir dari metrotvnews.com, Kamis (15/12/2016):

1. Hindari alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi tentu saja dapat menghambat peluang kehamilan. Jangan lupa cari tahu kapan Anda mengalami masa subur dan ovulasi. Melakukan hubungan intim pada masa subur membuat peluang hamil semakin besar.

2. Berhenti merokok

Merokok bisa mengganggu kesuburan, baik pada Anda dan pasangan. Pada pria, merokok dapat merusak DNA sperma. Sementara, pada perempuan, merokok dapat menurunkan peluang hamil dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik, keguguran, penurunan jumlah folikel, dan kerusakan DNA pada folikel.

Merokok juga dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan janin dan disfungsi plasenta. Lebih dari 50 persen perempuan perokok terpaksa menunggu satu tahun atau lebih untuk hamil dibandingkan perempuan yang bukan perokok. Namun, jika Anda perokok dan beruntung bisa hamil tetapi tidak menghentikan kebiasaan merokok, Anda sama saja meracuni janin dalam kandungan.

3. Kurangi kafein

Jika Anda peminum kopi atau teh lebih dari dua cangkir sehari, kurangi asupan kafein Anda. Sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara asupan kafein tinggi dengan keguguran. Kafein bersifat diuretik yang bisa menghilangkan kalsium dan nutrisi penting lainnya saat hamil. Kafein juga merupakan stimulan yang meningkatkan detak jantung dan menyebabkan insomnia hingga berkontribusi terhadap serangan jantung.

4. Hindari polusi

Sudah saatnya memperbaiki lingkungan dengan menghindari segala bentuk polutan sebelum hamil. Gas kimia beracun bisa terdapat di peralatan rumah tangga dan ini sangat penting untuk Anda mengetahui peralatan apa saja yang mengandung bahan kimia beracun.

5. Berat badan sehat dan ideal

Berat badan yang sehat dan ideal berpengaruh terhadap keselamatan kehamilan dan kesehatan bayi. Jika Anda kegemukan atau obesitas, sudah saatnya untuk menurunkan berat badan sebelum hamil.

6. Minum vitamin kehamilan

Kekurangan nutrisi merupakan faktor yang menghambat kehamilan. Oleh sebab itu, tak ada salahnya jika Anda mulai minum vitamin untuk kehamilan.

7. Cukupi kebutuhan nutrisi

Salah satu syarat kehamilan yang sehat adalah tubuh yang sehat. Ini penting agar janin kuat di dalam kandungan. Tak perlu berdiet, cukupi kebutuhan nutrisi dengan menyantap makanan bergizi.

8. Rileks

Stres membuat memicu ketidakseimbangan hormon sehingga Anda akan lebih sulit hamil. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction menunjukkan, wanita yang stres dan tengah mencoba hamil dapat mengalami dua kali risiko infertilitas atau ketidaksuburan dibanding mereka yang tidak mengalami stres.

Baca juga: 6 Suplemen yang Sebaiknya Dikonsumsi Penderita Depresi

9. Mencoba cara alternatif

Jika Anda merasa pengobatan secara medis tidak membuahkan hasil, tak ada salahnya mencoba pengobatan alternatif. Namun, sebelum melakukannya, pastikan keamanan dari metode yang digunakan. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Konsumsi Ini Sebagai Pertolongan Pertama di Saat Batuk Pilek

Konsumsi Ini Sebagai Pertolongan Pertama di Saat Batuk Pilek

Jakarta – Salah satu penyakit yang pasti pernah dialami oleh kita semua selain pusing, adalah ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis