Home > Ragam Berita > Internasional > Email AS Diretas, Putin Diduga Terlibat

Email AS Diretas, Putin Diduga Terlibat

Moskow – Para pejabat intelijen AS meyakini bahwa Vladimir Putin secara pribadi terlibat dalam peretasan surat elektronik (email) sejumlah pejabat tinggi selama kampanye pemilu Amerika Serikat. Sebagaimana diberitakan NBC News pada Kamis (15/12/2016), hal itu sebagai bagian dari dendamnya terhadap Hillary Clinton.

Email AS Diretas, Putin Diduga Terlibat

Mengutip pernyataan dua pejabat senior yang memiliki akses terhadap informasi ini, stasiun televisi AS itu mengatakan bahwa Presiden Rusia secara pribadi telah menginstruksikan bagaimana email yang diretas bisa bocor dan digunakan.

Para pejabat mengatakan mereka memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terkait kesimpulan baru ini, demikian NBC News melaporkan seperti dilansir dari The Guardian pada Kamis (15/12/2016).

Akhir pekan lalu Washington Post memberitakan soal temuan CIA bahwa Rusia telah meretas email dari orang-orang dan institusi Amerika sebagai cara untuk mempengaruhi pemilu mendukung Republik Donald Trump, yang mengalahkan Hillary pada 8 November.

Putin sebelumnya pernah diberitakan tidak akan pernah memaafkan Hillary yang saat itu menjabat sekretaris negara, karena telah secara terbuka mempertanyakan integritas pemilihan parlemen pada tahun 2011 di Rusia, dan menyalahkan Hillary atas terjadinya protes jalanan.

Para pejabat intelijen mengatakan kepada NBC News bahwa tujuan Putin dalam dugaan peretasan itu sebagai bentuk balas dendam terhadap Hillary.

Baca juga: Konflik Laut Cina Selatan Memanas, Beijing Siapkan Senjata Antipesawat

Namun, peretasan itu rupanya berubah menjadi upaya yang lebih luas untuk menunjukkan bahwa dunia politik AS korup. Menurut ucapan seorang pejabat, untuk memisahkan sekutu AS dengan menciptakan gambaran bahwa negara lain tidak bisa bergantung pada AS untuk menjadi pemimpin global yang kredibel lagi.

Dalam mempersiapkan upaya balasan yang memungkinkan, badan-badan intelijen AS pun telah mengintensifkan penyelidikan mereka terhadap kekayaan pribadi Putin, demikian yang dilaporkan NBC dengan menyitir perkataan para pejabat AS. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Usai Bertemu Putin di Jerman, Donald Trump Hentikan Program Rahasia CIA di Suriah

Usai Bertemu Putin di Jerman, Donald Trump Hentikan Program Rahasia CIA di Suriah

Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kabarnya telah menghentikan program rahasia Badan Intelijen Pusat ...