Home > Ragam Berita > Nasional > Putri Gus Dur Ingatkan Fatwa MUI Bukanlah Hukum Positif

Putri Gus Dur Ingatkan Fatwa MUI Bukanlah Hukum Positif

Jakarta – Alissa Wahid selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia turut angkat bicara mengenai Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Nonmuslim ramai dibahas.

Putri Gus Dur Ingatkan Fatwa MUI Bukanlah Hukum Positif

Terlebih setelah Ormas Front Pembela Islam (FPI) mendatangi mal-mal dan perusahaan meminta pejabatnya menandatangani surat pernyataan di atas materai untuk menaati fatwa MUI tersebut.

“Yang harus diingat, MUI itu organisasi nonpemerintah sebagaimana NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan lain-lain, bukan lembaga pemerintah. Jadi fatwanya tidak menjadi hukum positif,” kata Alissa saat dihubungi detikcom, Senin (19/12/2016).

Putri sulung dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid ini mengatakan, fatwa MUI tidak mengikat semua umat atau dengan kata lain bukan untuk seluruh muslim di Indonesia. Fatwa MUI menurutnya sama saja seperti fatwa NU atau fatwa Muhammadiyah dan lain sebagainya.

“Saya pernah membaca KH Sahal Mahfud menyampaikan fatwa MUI tidak mengikat seluruh umat Islam di Indonesia. Boleh diikuti oleh yang ingin mengikuti,” ujar Alissa.

Alissa menambahkan, sangat boleh berpendapat tidak boleh memakai atribut nonmuslim. Tapi yang tidak boleh itu adalah main hakim sendiri terhadap yang berbeda pendapat.

Baca juga: Sandiaga Uno Menyebut Ada PNS Yang Sebar Isu Negatif Tentang Dirinya

“Tindakan FPI mendatangi perusahaan dan mal-mal itu tindakan yang kurang bijaksana. Wong fatwa MUI bukan hukum positif, ya tidak bisa memaksakan kehendak kepada pihak yang berpendapat berbeda,” tegas Alissa. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Gerindra Keluar dari Pansus Angket, Wakil Ketua DPR Layangkan Sindiran

Gerindra Keluar dari Pansus Angket, Wakil Ketua DPR Layangkan Sindiran

Jakarta – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menyindir langkah Gerindra yang keluar dari keanggotaan Pansus ...