Home > Ragam Berita > Nasional > Wow, Bendahara MUI Ini Terlibat Kasus Suap Bakalama

Wow, Bendahara MUI Ini Terlibat Kasus Suap Bakalama

Jakarta – Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah yang berstatus tersangka pemberi suap kepada pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) diketahui merupakan bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wow, Bendahara MUI Ini Terlibat Kasus Suap Bakalama

Fahmi diduga menyuap pejabat Bakamla Eko Susilo Hadi dengan uang sebesar Rp 2 miliar melalui anak buahnya terkait pengadaan satelit monitoring di Bakamla tahun 2016.

Berdasar informasi yang didapat dari daftar susunan pengurus MUI masa khidmat 2015-2020 di website MUI, suami dari artis Inneke Koesherawati duduk sebagai salah satu bendahara MUI.

Kamis (22/12/2016), KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Fahmi sebagai saksi untuk tersangka Eko Susilo Hadi. Namun, Fahmi masih berada di luar negeri dan meminta pemeriksaannya dijadwal ulang.

Baca juga: Antisipasi Pemilih Berkurang, Ahok Lakukan Pidato Politik di Depan Relawan

Pada 14 Desember lalu, KPK menangkap empat orang di dua lokasi berbeda di Jakarta. Di antaranya, Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama (Sestama Bakamla), Eko Susilo Hadi (ESH).

Sementara itu, KPK juga menangkap tiga pegawai PT MTI. Mereka adalah Muhammad Adami Okta, Hardy Stefanus, dan Danang Sri Radityo. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Novel Baswedan Bantah Kesaksian yang Diberikan Miryam Dalam Sidang

Novel Baswedan Bantah Kesaksian yang Diberikan Miryam Dalam Sidang

Jakarta – Penyidik Komisi Pemverantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membantah kesaksian mantan anggota Komisi II ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis