Home > Ragam Berita > Nasional > Polisi Beber Surat Dari Teroris Jatiluhur Yang Berisi Ancaman

Polisi Beber Surat Dari Teroris Jatiluhur Yang Berisi Ancaman

Jakarta – Baru-baru ini, empat terduga teroris telah ditangkap oleh aparat kepolisian Detasemen Khusus 88 Antiteor di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Pihak kepolisian pun turut menggeledah beberapa tempat yang sempat ditinggali oleh para pelaku.

Polisi Beber Surat Dari Teroris Jatiluhur Yang Berisi Ancaman

Salah satunya yakni rumah kontrakan di kawasan Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat. Ketika penggeledahan tersebut aparat kepolisian menemukan beberapa barang bukti. Salah satu buktinya yakni ditemukan surat berisi ancaman dari para terduga teroris tersebut yang ditujukan untuk aparat penegak hukum di Indonesia.

Berikut isi surat ancaman Kelompok Teroris Jatiluhur:

“BISMILLAHIRROHMANNIRRAHIM

Wahai kalian bala tentara thogut sesungguhnya hari ini dan seterusnya akan menjadi hari-hari yang penuh ketakutan dan hari-hari yang kelam bagi kalian. Kami akan mendatangi kalian di mana saja kalian berada.
Kami akan mengintai pos-pos kalian, rumah-rumah kalian, baik itu tempat keramaian atau sepi, siang atau malam, kami akan jadikan sisa-sisa umur kalian diujung pisau-pisau kami. Jikalau engkau tidak bertobat dari kekafiran dan keazaliman kalian dari pada kaum muslimin.

Kalian yang telah memenjarakan saudara-saudara kami, menyiksa dan membunuh para mujahid yang berjuang menegakkan syariat Alloh. Sesungguhnya bumi ini milik Alloh dan tidak sepantasnya kalian berhukum selain selam Hukum Alloh. Dan kalian adalah penegak hukum-hukum syaitan.

Maka kami telah datang dengan penyembelihan sehingga Alloh saja yang diibadati. Maka tunggulah adzab Alloh atas kalian dari tangantangm para mujahid.

– Junud Khilafah Islamiyah Nusantara -”

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto menegaskan bahwa para terduga teroris tersebut akan melancarkan aksinya ke pos polisi tanpa bahan peledak. Mereka akan melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis golok. Rikwanto menambahkan bahwa pembagian tugas sudah diatur sedemikian rupa, di mana dua orang melakukan penyerangan, sedangkan dua orang lainnya mengawasi keadaan.

Baca Juga : Pilgub DKI : Anies Ajak Warga Gusur Ahok di 15 Februari

“Dua orang melakukan penyerangan, dengan membawa sajam yaitu golok,” ujar Rikwanto, saat konferensi pers di Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin, (26/12/2016).

“Dua orang mengawasi keadaan sekitar. Setelah melakukan aksinya mereka siap membawa eksekutor melarikan diri,” kata Rikwanto.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Inikah 3 Sosok Yang Berpeluang Dampingi Jokowi di Pilpres 2019 ?

Inikah 3 Sosok Yang Berpeluang Dampingi Jokowi di Pilpres 2019 ?

Jakarta – Komunitas Projo atau yang lebih akrab disebut Pro Jokowi, kali mengumpulkan beberapa nama ...