Home > Ragam Berita > Nasional > KPK Masih Selidiki Kasus Dugaan Suap Rotasi Jabatan yang Menyeret Wakil Bupati Klaten

KPK Masih Selidiki Kasus Dugaan Suap Rotasi Jabatan yang Menyeret Wakil Bupati Klaten

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini masihb mendalami kasus dugaan suap rotasi jabatan. Sebagaimana diketahui, Bupati Klaten Sri Hartini terseret dalam kasus tersebut. Yang terbaru, KPK pun menduga Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani terlibat.

KPK Masih Selidiki Kasus Dugaan Suap Rotasi Jabatan yang Menyeret Wakil Bupati Klaten

KPK dalami keterlibatan wakil bupati Klaten

“Tentu kami dalami lebih lanjut apakah peran tersangka (Bupati) di sini bersama pihak lain, apakah wakil bupati atau yang lainnya,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa 3 Januari 2017.

Selain tu, lembaga antirasuah ini juga mendalami pihak pemberi suap dalam kasus tersebut. “Indikasinya pemberi ini bukan satu orang,” tutur Febri.

Sebagaimana diketahui, KPK tengah melancarkan kembali operasi tangkap tangan (OTT) pada penghujung 2016. Dalam OTT tersebut, Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK mengamankan Bupati Klaten usungan PDIP, Sri Hartini.

Baca juga: Suluruh Anak Yatim Bakal Menerima KIP dari Presiden

Sri pun telah ditetapkan tersangka dan ditahan KPK atas kasus dugaan suap rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah‎. Selain Bupati Klaten, KPK turut menetapkan tersangka terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Klaten, Suramlan, yang diduga sebagai pemberi suap‎.

Tim Satgas KPK juga berhasil mengantongi alat bukti berupa uang senilai Rp2 miliar pecahan Rp100 ribu, dan Rp50 ribu yang dimasukkan ke dua kardus air kemasan, serta uang dolar AS senilai USD5.700 dan dolar Singapura sebesar SGD2.035 dalam OTT tersebut. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Menteri Susi Tegaskan Tidak Siap bila Harus Maju di Pilkada Jawa Barat

Menteri Susi Tegaskan Tidak Siap bila Harus Maju di Pilkada Jawa Barat

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku tidak siap berlaga di pemilihan kepala ...