Home > Ragam Berita > Nasional > Pria Mengaku Salim Mubarok Ditangkap Polisi Karena Ingin Mendirikan Negara Islam

Pria Mengaku Salim Mubarok Ditangkap Polisi Karena Ingin Mendirikan Negara Islam

Makassar – Seorang mahasiswa semester 8 Jurusan Teknik Informatika Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar 8 yang diketahui bernama Nur Rahmat Saleh (23), harus berurusan dengan polisi setelah dirinya mengaku sebagai Salim Mubarok dan mengancam akan meledakkan gereja.

Pria Mengaku Salim Mubarok Ditangkap Polisi Karena Ingin Mendirikan Negara Islam

“Perbuatan pelaku ini meresahkan masyarakat Selayar,” kata Juru Bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Komisaris Besar Dicky Sondani, Rabu, (4/1/2016).

Ancaman yang dilakukan oleh Nur ia tulis lewat status di Facebook dengan nama Salim Mubarok. Seperti diketahui, Salim Mubarok merupakan salah satu tokoh ISIS.

Dalam statusnya, Nur menuliskan bahwa dirinya akan mendirikan Negara Islam dan berdakwah di jalan Allah, karena itu ia meminta polisi dan TNI tidak menghalanginya. Nur juga menuliskan bahwa pada malam tahun baru ia akan menyebar beberapa intelijen. Selain itu, Nur juga menuding polisi telah menghalangi jalannya melakukan jihad pada Gereja Pasar Lama dan Gereja samping Lapangan Pemuda Benteng.

“Status ini dibuat dua kali dengan konten berbeda, yakni tanggal 29 Desember 2016 dan 2 Januari 2017. Kita tahu sendiri Salim Mubarok itu kan salah satu tokoh ISIS,” kata Dicky.

“Walaupun ini status di dunia maya, tapi keamanan mulai siaga satu sejak kemarin,” tambahnya.

Karena itu, polisi kemudian mengambil langkah tegas dengan menangkap Nur dan menjeratnya dengan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. Tahun 2008 tentang ITE. Ancaman hukumannya berupa pidana paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Tersangka diproses di Polda Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti yakni sebuah telepon genggam merek Oppo, sebuah telepon genggam merek Lenovo, sebuah PC dan satu monitor.

Menurut keterangan Kepala Kepolisian Resor Selayar Ajun Komisaris Besar Eddy Suryantha Tarigan, hingga kini pelaku masih mengaku bahwa perbuatannya tersebut ia lakukan sendiri, namun polisi masih terus mengusut kemungkinan orang lain yang terlibat, termasuk memeriksa mantan kekasih Nur yang bernama Ririn Setriyani, dan Murah Kurniadi, pegawai di bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Selayar.

Terkait apakah Nur terlibat dalam organisasi teror atau aliran sesat, polisi masih menelusurinya.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

SBY Ingin Pastikan Penguasa Tidak Salah Jalan

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara ke publik ...