Home > Ragam Berita > Nasional > Pejabat Bakamla Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Fahmi Darmawansyah

Pejabat Bakamla Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Fahmi Darmawansyah

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meneruskan pengusutan kasus dugaan suap terkait pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016. Hari ini (9/1), komisi antirasuah menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di Bakamla dalam kasus yang menjerat suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah.

Pejabat Bakamla Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Fahmi Darmawansyah

Komisi Pemberantasan Korupsi

Pemeriksaan dilakukan kepada Koordinator Unit Layanan Pengadaan BAKAMLA RI TA 2016 untuk Kegiatan Peningkatan Pengelolaan Inhuker Keamanan dan keselamatan Laut Evrida, Ketua Unit Layanan Pengadaan Bakamla Leni Marlena, Anggota Tim Teknis Pendampingan Pelaksanaan Pengadaan Bakamla W.S Purwoko, Dikki Triwasanada, Y.M.V Nico, Insan Aulia, Juli Amar,

“Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESH (Eko Susilo Hadi)” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada Senin (9/1/2017).

Seperti diketahui, pada 13 Desember 2016, KPK menangkap empat orang di dua lokasi berbeda di Jakarta. Di antaranya, Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama (Sestama Bakamla), Eko Susilo Hadi (ESH). KPK juga menangkap tiga pegawai PT MTI, Muhammad Adami Okta, Hardy Stefanus, dan Danang Sri Radityo.

Baca juga: Sidang Lanjutan Ahok Bakal Diselenggarakan dengan Agenda Mendengarkan Kesaksian Pelapor

Dalam penangkapan KPK menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp 2 miliar dari tangan Eko yang ditangkap di Kantor Bakamla, Jakarta Pusat. Suap diberikan terkait dengan pengadaan alat monitoring satelit RI Tahun 2016 dengan sumber pendanaan APBN-P tahun 2016 senilai Rp 200 miliar.

KPK kemudian menetapkan Eko, Adami, dan Hardy sebagai tersangka. Serta, Direktur Utama PT MTI, Fahmi Darmawansyah sebagai tersangka pemberi suap. Sementara Danang berstatus saksi dan dilepaskan. Eko, Adami, dan Hardy ditahan pada 15 Desember 2016. Sementara Fahmi Darmawansyah yang juga suami artis Inneke Koesherawati itu ditahan pada 23 Desember 2016 lalu. Sebelumnya, Fahmi berada di Singapura sebelum OTT terjadi. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Anies Realisasikan Janji Kampanye Lewat Raperda Reklamasi

Anies Realisasikan Janji Kampanye Lewat Raperda Reklamasi

Jakarta – Belum lama ini, Anies Baswedan telah mencabut usulan dua rancangan peraturan daerah terkait ...