Home > Ragam Berita > Nasional > Rachmawati Sukarnoputri Merasa Terpojokkan Karena Diduga Makar

Rachmawati Sukarnoputri Merasa Terpojokkan Karena Diduga Makar

Jakarta – Rachmawati Sukarnoputri menganggap jika terdapat sejumlah pihak yang menginginkan dirinya diseret terlibat dalam kasus dugaan makar pada Aksi Damai 2 Desember 2016 silam.

Rachmawati Sukarnoputri Merasa Terpojokkan Karena Diduga Makar

Rachmawati Soekarnoputri

“Ibu Rachma merasa ada upaya untuk terus memojokkan dirinya dengan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar ini,” kata juru bicara Rachmawati, Teguh Santoso, secara tertulis, Senin (9/1/2017).

Pernyataan tersebut dilontarkan Teguh terkait dengan keterangan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, yang menyebut Rachmawati terlibat rencana makar. Argo menuding Rachmawati ikut menghadiri sebuah diskusi yang diselenggarakan Rumah Amanah Rakyat di Jalan Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta Pusat.

“Ibu Rachma tidak pernah menghadiri diskusi atau menjadi pembicara dalam diskusi di Rumah Amanah Rakyat seperti yang dikatakan pihak Polda Metro Jaya,” ucap Teguh. “Polisi bisa menanyakan soal ini ke pengelola Rumah Amanah Rakyat, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto.”

Teguh pun menegaskan jika Putri dari Presiden Soekarno ini memprotes keras tuduhan yang disampaikan polisi itu. Kata dia, sebelumnya Rachmawati juga memberi pernyataan yang jelas, bahwa ia tak terlibat dugaan makar.

Tak hanya itu, Rachmawati sudah memberikan penjelasan mengenai pertemuan pada 20 November 2016. Tidak ada agenda khusus yang dibahas, kecuali dua hal, yakni bela Islam dengan mengawal kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan bela negara dengan menyerahkan petisi kembali ke UUD 1945 yang asli.

Baca juga: Polisi Amankan 1 Orang Terduga Provokator Di Depan Lokasi Sidang Ahok

Rachma menilai jika amandemen terhadap konstitusi yang dilakukan sebanyak empat kali dari tahun 1999 hingga 2002 sebagai akar dari berbagai masalah yang dihadapi Indonesia. Amandemen ini membuat pemerintah tidak memiliki kemampuan melindungi warga negaranya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

20 Ormas Dipastikan Ikut Aksi 287

20 Ormas Dipastikan Ikut Aksi 287

Jakarta – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) bersama dengan sejumlah ormas rencananya ...