Home > Ragam Berita > Nasional > Taruna Tingkat 1 STIP Tewas Karena Dipelonco

Taruna Tingkat 1 STIP Tewas Karena Dipelonco

Jakarta – Penganiayaan berkedok pembinaan berujung pada maut di sekolah kedinasan kembali memakan korban. Kali ini musibah itu dialami Amriulloh Adityas Putra, taruna tingkat 1, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Taruna Tingkat 1 STIP Tewas Karena Dipelonco

Ilustrasi plonco

Sebelum diketahui tewas, pada Selasa (10/1/2017) sekitar pukul 17.00 WIB, seorang taruna bernama Sisko Mataheru (20) mengajak tiga orang rekannya Willy Hasiolan, Iswanto dan Akbar Ramadhan berkumpul. Ketiganya pun mempelonco juniornya tingkat 1 setelah kegiatan drum band.

Pukul 22.00, enam orang taruna tingkat 1 dipanggil oleh empat taruna tingkat 2 itu ke Gedung Dormitory ring 4, kamar M 205 lantai 2, STIP. Lantas, satu per satu taruna tingkat 1 datang ke lokasi kejadian. Di lokasi itu para junior itu mendapat penganiayaan oleh para senironya dengan cara pemukulan dengan menggunakan tangan kosong secara bergantian. Pemukulan itu diarahkan ke perut, dada dan ulu hati.

Pada saat itu Amirulloh ikut hadir dan juga dipukuli oleh para seniornya. Dia digilir oleh senior dengan cara dipukul di bagian perut, dada dan hulu hati. Lalu pada pukulan terakhir yang dilakukan oleh Willy, Amirulloh jatuh. Korban pun diangkat secara bersama-sama oleh para pelaku ke atas kasur yang terletak di samping lokasi kejadian.

Baca juga: Kemendagri Berikan Solusi untuk Atasi Sengketa Pilkada

Melihat korban pingsan, para pelaku akhirnya panik dan selanjutnya menghubungi seniornya tingkat 4 dan dilanjutkan ke pembina piket medis STIP. Pada Rabu (11/1/2017) pukul 00.05 WIB korban diperiksa oleh dokter piket STIP. Korban diketahui sudah tidak bernyawa. Lalu, peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Cilincing pukul 02.00 WIB. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Panglima TNI Dilarang Masuk ke Amerika Serikat, Kok Bisa?

Panglima TNI Dilarang Masuk ke Amerika Serikat, Kok Bisa?

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat oleh US ...