Home > Ragam Berita > Nasional > Penyidik Layangkan Beberapa Pertantyaan kepada Habib Rizieq

Penyidik Layangkan Beberapa Pertantyaan kepada Habib Rizieq

Jakarta – Habib Rizieq menjalani pemeriksaan terkait beberapa pelaporan. Salah satunya adalah kasus logo palu arit dalam uang rupiah. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan bahwa kasus tersbeut sudah naik ke penyidikan.

Penyidik Layangkan Beberapa Pertantyaan kepada Habib Rizieq

Habib Rizieq diperiksa polisi

Namun, kasus yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab itu belum ada tersangkanya.

“Ya intinya bahwa kasus ini naik ke penyidikan dan kemudian kami sedang (periksa) beberapa saksi. Saksi-saksi yang menentukan siapa saja tersangkanya,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017).

Dia juga menerangkan bahwa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sudah memiliki dua alat bukti untuk menaikkan kasus ini.

“Dari awal penyidikan sudah ada alat buktinya. Kami sudah periksa saksi, penyelidikan sudah naik ke penyidikan. Kami sedang mencari (tersangkanya),” jelasnya.

Baca juga: Pengamat Hukum Nilai Kegaduhan Politik Terjadi gara-gara Ahok

Argo melanjutkan, Rizieq diperiksa sejak pukul 10.15 WIB. Pihaknya meminta keterangan Rizieq terkait ucapannya soal uang Bank Indonesia berlogo palu arit.

“Pertanyaan berkaitan identitas, kemudian kesediaan untuk diperiksa, dan berkaitan keberadaan FPI TV dipertanyakan juga kepada saksi,” kata Argo.

Dia menjelaskan, pihaknya juga memutar video pidato Rizieq yang menyatakan uang keluaran baru berlogo palu arit. “Dipertanyakan apakah benar itu suara saksi maupun apa yang dilakukan saksi. Saat ini, pertanyaan sudah dua belas sekarang sedang istirahat makan siang dan salat,” terangnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Din Syamsuddin : Penolakan Perppu Ormas Lebih Baik Dilakukan Lewat Judicial Review

Din Syamsuddin : Penolakan Perppu Ormas Lebih Baik Dilakukan Lewat Judicial Review

Yogyakarta – Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin menilai seharusnya pemerintah tidak menerbitkan Peraturan Pemerintah ...