Home > Teknologi > Internet > Facebook Akan Gunakan Algoritma Ampuh Untuk Menangkal Hoax

Facebook Akan Gunakan Algoritma Ampuh Untuk Menangkal Hoax

Jakarta – Facebook berjanji akan terus berupaya untuk membenahi platformnya dari beragam informasi palsu atau hoax. Kini, yang terbaru adalah Facebook memiliki cara ampuh untuk mengatasi hoax di media sosialanya.

Facebook Akan Gunakan Algoritma Ampuh Untuk Menangkal Hoax

Melawan Hoax

Pihak Facebook sudah mengubah sistem algoritma mereka pada bagian Trending, yang diyakini dapat melawan penyebaran informasi palsu. Bahkan, kata Facebook, perubahan algoritma di Trending ini juga menghentikan hoax untuk setiap pengguna.

“Kami pikir itu akan membantu (meminimalkan) kasus di mana mungkin satu cerita tertentu seperti virus, bahkan jika mungkin tidak terjadi secara nyata di dunia kita,” kata Wakil Presiden Manajemen Produk Facebook, Will Cathcart seperti dilansir dari Recode, Jumat (27/1/2017).

Will menjelaskan, enyegaran algoritma itu merupakan bagian dari pembaruan yang dilakukan oleh Facebook. Terutama soal kasus hoax yang telah menyeret media sosial buatan Mark Zuckerberg ini.

Cathcart juga menjelaskan, seperti yang terjadi pada semua algoritma Facebook, suatu topik bisa menghasilkan sesuatu yang populer. Meski demikian, mengenai berapa banyak dan cepat topiknya tersebut bisa populer, tidak ada aturan pastinya.

“Beberapa penerbit perlu menuliskan tentang suatu topik. Mereka juga bisa mengatakan hal-hal yang berbeda dan memiliki perbedaan mengambil itu,” ungkap Cathcart.

Maka, dengan kondisi tak pasti itu, sekelompok penerbit yang menyebarkan topik karena berita palsu, tetap bisa menjadi Trending di Facebook.

Baca juga: Benarkah Mudah WhatsApp Terkena Virus ?

Oleh karenanya, Facebook menghentikan personalisasi trending topic populer untuk setiap penggunanya. Hal tersebut akan berlaku di semua negara, terlepas dari topik apa yang dibicarakan. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Ini Alasan Menkominfo Blokir Telegram

Ini Alasan Menkominfo Blokir Telegram

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan pemblokiran terhadap Telegram karena dianggap banyak bermuatan hal-hal ...