Home > Ragam Berita > Nasional > Agung Podomoro Diduga Menyogok Nelayan Agar Menerima Proyek Reklamasi

Agung Podomoro Diduga Menyogok Nelayan Agar Menerima Proyek Reklamasi

Jakarta – PT Agung Podomoro Land lewat anak perusahaannya, PT Muara Wisesa Samudra, diduga menyogok nelayan dan warga Muara Angke, Jakarta Utara, untuk menerima proyek reklamasi. Sogokan itu disebut berupa uang yang berkisar antara Rp 100 hingga Rp 160 juta.

Agung Podomoro Diduga Menyogok Nelayan Agar Menerima Proyek Reklamasi

Sosialisasi Reklamasi

Diding Setiawan selaku Pengurus Forum Kerukunan Nelayan Muara Angke menyebutkan, terdapat 13 orang yang mengatasnamakan nelayan mendapat uang dari Podomoro.

“Masing-masing dapat Rp 100 juta,” kata dia, Rabu, 31 Januari 2017.

Pengembang Pulau G tersebut juga dituding menyogok ketua RT dan RW di Kelurahan Muara Angke sebesar Rp 160 juta. Diding mengatakan ada belasan ketua RT di RW 11 yang mendapat uang tunai dari Podomoro itu.

Awak media lantas mendapat kuitansi pemberian Rp 160 juta kepada ketua RT di RW 11. Pada kuitansi tersebut tertulis duit itu untuk biaya sosialisasi dan pernyataan 12 ribu masyarakat dalam mendukung reklamasi.

Diding menyatakan, Podomoro ingin agar ketua RT mencari dukungan nelayan agar pro-reklamasi. Sedangkan tokoh nelayan diminta mencabut gugatan reklamasi di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Seorang tokoh nelayan Muara Angke bahkan menyatakan, gara-gara sogokan ini, gugatan nelayan atas Pulau G kalah di tingkat banding di pengadilan tinggi.

Uang untuk tokoh nelayan serta ketua RT dan RW di Kelurahan Muara Angke itu dibagikan oleh Podomoro di Hotel Sanno, Jakarta Utara, pada Oktober 2016.

Ketua RT 03 RW 20 Muara Angke, Rahmat Hidayat, membenarkan ada bagi-bagi uang di Hotel Sanno. Dia mengatakan para tokoh nelayan diminta teken di atas meterai oleh Podomoro. “Ada yang dapat Rp 20 juta, Rp 5 juta, hingga Rp 100 juta. Semua dibayar tunai,” katanya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Affandi, menyatakan jika dirinya juga diundang ke pertemuan di Hotel Sanno itu, tapi tidak datang. “Saya tahu informasi bagi-bagi uang itu, tapi saya tidak datang. Buat saya, tolak reklamasi harga mati,” ujarnya.

Pengurus Nelayan Payang Muara Angke, Agus Sutardi, mengatakan orang yang menerima uang dari Podomoro bukan nelayan.

“Mereka pengusaha. Kami yang nelayan,” tuturnya.

Sementara itu, Project Director PT Muara Wisesa Samudra Andreas Leodra menyangkal jika disebut telah membagi-bagikan uang. Ia juga membantah bukti dokumen sogokan kepada nelayan serta ketua RT dan RW.

Baca juga: Pakar Hukum Menilai Ahok Lebay Jika Ingin Polisikan Saksi

“Dokumen itu dibuat untuk mendiskreditkan,” tegas Andreas. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Fahri Hamzah Geram KPK Buka Pajak Rahasia Dirinya dan Fadli Zon

Fahri Hamzah Geram KPK Buka Pajak Rahasia Dirinya dan Fadli Zon

Jakarta – Fahri Hamzah mengaku geram dengan rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin memanggilnya ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis