Home > Ragam Berita > Nasional > Twitter Dhani: “Nyatakan Haram Pilih Penista Agama dan Penista KH Makruf Amin”

Twitter Dhani: “Nyatakan Haram Pilih Penista Agama dan Penista KH Makruf Amin”

Jakarta – Musisi Ahmad Dhani mengecam keras terkait “penistaan” yang dilakukan Ahok dan tim kuasa hukumnya terhadap Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin. ia juga mengatakan untuk segera bertobat bagi mereka yang mengklaim kyai dan pendukung Ahok.

Twitter Dhani: "Nyatakan Haram Pilih Penista Agama dan Penista KH Makruf Amin"

“Penistaan kepada KH Makruf Amin, sudah saatnya kyai NU pendukung Ahok untuk TOBAT- Abu Al Ghazali” kicau Ahmad Dhani di akun Twitternya.

Musisi yang pernah mencalonkan dirinya sebagai Wakil Bupati Bekasi itu menghimbau masyarakat agar tidak memilih Ahok.

“Ahok/pengacara Ahok hina KH Makruf Amin??? Apa sih PBNU? Kita tunggu. #ADP,” ucap Dhani di Twitternya.

“Sudah saatnya PBNU Pro Rakyat..Nyatakan haram pilih penista Agama dan penista KH Makruf Amin. #ADP,” sambungnya.

Selain menulis bentuk protesnya di akun Twitter, Dhani juga me-retweet beberapa pernyataan KH Abdullah Gymnastiar yang menyatakan ketidakrelaannya karena KH Makruf di hina.

Sekedar untuk diketahui, dalam sidang kasus penistaan Agama dengan Ahok sebagai terdakwa,kemarin, Ahok dengan tim kuasa hukumnya menyebut Ma’ruf menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden di era SBY dan kini ia berafiliasi dengan pasangan calon Gubernur DKI nomor urut satu.

Ahok pula dalam persidangannya menyampaikan keberatannya karena Ma’ruf dianggap tidak obyektif untuk dijadikan saksi dan akan memprosesnya secara hukum.

Ahok menyatakan hal tersebut dengan tegas karena ia dan kuasa hukumnnya sudah mempunyai bukti percakapan antara SBY dengan Ma’ruf via telpon yang intinya mengatur tentang pertemuan Agus-Sylviana dengan PBNU pada & Oktober 2016. (Hendy – harianindo.com)

x

Check Also

Ratusan Rumah Vertikal DP 0 Mulai Dibangun Awal Tahun Depan

Ratusan Rumah Vertikal DP 0 Mulai Dibangun Awal Tahun Depan

Jakarta – Yoory C Pinontoan selaku Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya sudah menyatakan bahwa ...