Home > Ragam Berita > Nasional > Terdapat 6.105 Surat Suara Yang Rusak di Jakarta Barat

Terdapat 6.105 Surat Suara Yang Rusak di Jakarta Barat

Jakarta – Pelaksanaan penyortiran surat suara Pilkada DKI 2017 oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Jakarta Barat telah selesai. Dari 1.692.236 surat suara tersortir, terdapat 6.105 surat suara yang rusak.

Terdapat 6.105 Surat Suara Yang Rusak di Jakarta Barat

Pilkada Serentak 2017

“Selasa (31/1) sudah selesai, ada yang blur. Kebanyakan berbayang. Ada halaman belakangnya kosong (tidak ada kolom pengesahan). Rata-rata itu,” kata Ketua KPUD Jakbar Sunardi Sutrisno (2/2/2017).

Baca Juga : Janji Sandiaga Uno Kepada Tukang Sampah

KPUD Provinsi DKI Jakarta telah menerima laporan surat suara yang rusak . Namun sampai malam ini belum diganti.
Akibatnya, pengiriman surat suara ke kecamatan terganggu. Diharapkan, KPUD DKI mengirim surat suaranya besok.

“Kita sudah mengirim surat suara ke enam kecamatan. Sisa dua kecamatan rencananya besok. Maka sisa surat suara diharapkan besok sudah ada di Jakbar,” ujar Sunardi.

KPUD Jakbar sedang dalam tahap pengiriman perlengkapan pelaksanaan pemilu. Sebelumnya, KPUD Jakbar mengirim kotak suara ke tiap kecamatan.

“Perlengkapan kaya bantalan, kartu ID, dan alat tulis nyicil. Kita kirim beriringan. Kalau ngirim plek (langsung), gudang kita nggak terlalu besar,” ujar Sunardi.

( Bimbim – harianindo.com )

x

Check Also

Fadli Zon Minta Majelis Hakim Pertimbangkan Keadilan Masyarakat Dalam Kasus Ahok

Fadli Zon Minta Majelis Hakim Pertimbangkan Keadilan Masyarakat Dalam Kasus Ahok

Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanya mendapat tuntutan yang dinilai sangat ringan dalam kasus ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis