Home > Ragam Berita > Nasional > Usul Hak Angket Fraksi Partai Demokrat Dinilai Terlalu Berlebihan

Usul Hak Angket Fraksi Partai Demokrat Dinilai Terlalu Berlebihan

Jakarta – Langkah Fraksi Partai Demokrat mengajukan hak angket terkait dugaan penyadapan pembicaraan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dianggap berlebihan. Pasalnya, penyadapan itu hanya klaim SBY seorang.

Usul Hak Angket Fraksi Partai Demokrat Dinilai Terlalu Berlebihan

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira

Sebab, di dalam persidangan kasus penistaan agama, terdakwa Basuki Tjahaja Purnama hanya menyebutkan adanya bukti pembicaraan antara SBY-Ma’ruf. Dengan kata lain, bukti itu bukan berarti hasil penyadapan.

“Hanya Pak SBY yang merasa disadap. Membuat angket hanya berdasarkan perasaan seseorang, it is to much, isn’t it?” ujar Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira melalui pesan singkat pada Kamis (2/2/2017).

Baca juga: Inilah Respons KH Ma’ruf Amin Terkait dengan Sikap Ahok

Untuk itu, dia meminta agar semua pihak lebih baik fokus penyelesaian sidang kasus penistaan agama saja. “Sehingga tidak bias kepada isu-isu lain diluar isu pokok. Masyarakat pun lelah dengan isu-isu yang sebenarnya tidak jelas juga dasarnya,” sindirnya.

Sementara itu, rekan satu partai Andreas, Masinton Pasaribu, mengatakan bahwa hak angket memang dijamin dalam UUD dan teknisnya diatur oleh UU MD3. Namun hak angket perlu dilihat urgensinya terlebih dahulu.”Kalau saya pribadi belum melihat urgensinya,” tutupnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Gerakan Anti Narkotika di Kendari Imbau Masyarakat Berantas Narkoba

Gerakan Anti Narkotika di Kendari Imbau Masyarakat Berantas Narkoba

Kendari – Ketua Gerakan Anti Narkotika (Granat) Sulawesi Tenggara LM Bariun mengajak masyarakat setempat untuk ...