Home > Ragam Berita > Nasional > Polri Bakal Ganjar Penyadap Ilegal dengan Hukukuman 15 Tahun Penjara

Polri Bakal Ganjar Penyadap Ilegal dengan Hukukuman 15 Tahun Penjara

Jakarta- Isu penyadapan yang mencuat pasca persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak luput dari perhatian aparat Kepolisian.

Polri Bakal Ganjar Penyadap Ilegal dengan Hukukuman 15 Tahun Penjara

Polri

Dalam menanggapi isu penyadapan itu, Mabes Polri menegaskan bahwa pelaku penyadapan ilegal dapat dikenakan hukuman 15 tahun penjara.

“Dalam telekomunikasi dijelaskan siapa yang dengan secara ilegal menyadap itu bisa kena hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Jakarta Selatan pada Sabtu (4/2/2017).

Martinus mengatakan sejauh ini kepolisian belum pernah menerima maupun menemukan adanya laporan terkait penyadapan ilegal. Namun, dia memastikan siapapun yang melakukan hal itu akan dikenakan hukuman.

Baca juga: Kuasa Hukum Ahok Tantang SBY Tunjukkan Hasil Penyadapan

“Sementara ini kita belum melakukan dan belum menemukan itu dan kalau pun itu terjadi, tentu akan berakibat kepada hukum. Yang mana di dalam UU Telekomunikasi itu sangat jelas dikatakan dijelaskan orang yang tanpa hak untuk melakukan penyadapan itu bisa dikenakan penjara maksimal 15 tahun,” papar Martinus.

Ditegaskan Martinus bahwa hanya ada 5 lembaga negara yang dibolehkan menyadap yakni BIN, Kejaksaan, KPK, BNN, dan Polri. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Kementerian Dalam Negeri Akan Coret RAPBD DKI 2018 Yang Tidak Masuk Akal

Kementerian Dalam Negeri Akan Coret RAPBD DKI 2018 Yang Tidak Masuk Akal

Jakarta – Pada pekan ini Kementerian Dalam Negeri akan mengevaluasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja ...