Home > Ragam Berita > Nasional > Hizbut Tahrir Indonesia Ikut Angkat Bicara Terkait Polemik Ahok dan KH Ma’ruf Amin

Hizbut Tahrir Indonesia Ikut Angkat Bicara Terkait Polemik Ahok dan KH Ma’ruf Amin

Jakarta – Terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama disebut oleh Hizbut Tahrir Indonesia menilai telah menghina Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dengan menuduhnya dengan tidak jujur dalam memberikan kesaksian pada sidang ke delapan perkara penistaan agama, Selasa lalu.

Hizbut Tahrir Indonesia Ikut Angkat Bicara Terkait Polemik Ahok dan KH Ma'ruf Amin

Hizbut Tahrir

“KH Ma’ruf Amin adalah pimpinan tertinggi di kalangan jamiah NU, juga adalah Ketua umum MUI Pusat maka, penghinaan terhadapnya tak ubahnya penghinaan terhadap para ulama dan umat lslam secara lebih luas,” ucap juru bicara HTI Ismail Yusanto saat berorasi di depan ribuan massa HTI di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Selatan, hari ini. (5/2/2017).

Humphrey Djemat selaku pengacara Ahok, mengaku memiliki bukti yang kuat bahwa KH MA’ruf Amin telah berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Oktober 2016 lalu atau sehari sebelum Ketua MUI itu bertemu dengan pasangan calon gubernur DKI nomor urut satu Agus Harimurti Sylviana Murni. Bahkan, Humphrey sendiri mengungkapkan jam dan menit pembicaraa telepon itu. Akan tetapi, Ahok telah meminta maaf kepada Ma’ruf Amin melalui video atas sikapnya, yang sebelumnya akan memproses hukum Ma’ruf.

Baca juga : Mantan Komedian Kiwil Sentil Uus Dengan Sebutan Tolol

Menurut Yusanto, pernyataan yang di lontarkan kuasa hukum Ahok yang menyebut memiliki data pembicaraan telepon antara KH Maruf Amin dan SBY harus dibuktikan secara nyata. Bila tidak bisa di buktikan, kata dia, maka ia harus dipersoalkan secara hukum karena telah melakukan fitnah. Namun bila bisa, maka ia juga harus dipersoalkan secara hukum, dari mana rekaman itu ia dapat.

“Bila didapat secara pribadi, ia jelas telah melanggar ketentuan tentang penyadapan. Sementara BIN, pihak yang sempat disangka sebagai sumber penyadapan, resmi menolak dikaitkan,” kata dia.

Masih kata Ismail, Ahok sangat tidak pantas dipilih sebagai pemimpin. Kepada ulama yang demikian terkemuka saja, yang notabene adalah juga rakyat di
Jakarta, ia tidak bisa memberikan rasa hormat, apalagi kepada rakyat biasa.

“Yang pasti, menurut syariat Islam haram memilih pemimpin kafir,” kata dia.

Disamping itu, kata dia, HTI juga mengecam kriminalisasi terhadap ulama dan ormas Islam. Kriminalisasi adalah usaha mecari-cari kesalahan dengan tujuan untuk bisa mempidanakan para utama dan pembubaran ormas Islam.

“Tindakan kriminalisasi itu jelas merupakan sebuah kezaliman. harus segera dihentikan,” katanya.

(Bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Menteri Basuki Pastikan Brexit Tahun Ini Tidak Macet Lagi

Menteri Basuki Pastikan Brexit Tahun Ini Tidak Macet Lagi

Jakarta – Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berjanji jika tak ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis