Home > Ragam Berita > Nasional > Pengamat Mode Menilai Gaya Anies Dengan Kemeja Putih Tiru Jokowi

Pengamat Mode Menilai Gaya Anies Dengan Kemeja Putih Tiru Jokowi

Jakarta – Sonny Muchlison selaku pengamat mode menyebut jika warna putih sebagai sesuatu yang bersih, dan dapat menyatu dengan warna apapun, yang artinya bisa melebur dengan siapa saja.

Pengamat Mode Menilai Gaya Anies Dengan Kemeja Putih Tiru Jokowi

Anies-Sandi

Arti warna itulah yang ingin ditonjolkan oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Meski demikian, Sonny menyayangkan karena kemeja putih sudah identik dengan Jokowi. “Kesannya mencontoh Jokowi dengan kemeja putih,” kata Sonny kepada awak media, Minggu (5/2/2017).

Yang membuat Jokowi menonjol, lanjut Sonny, adalah lengan baju yang digulung. “Jokowi dulu menggambarkan lengan bajunya digulung sebagai simbol pekerja,” Sonny menjelaskan.

“Kalau Anies-Sandi mau menyimbolkan putihnya saja, itu tidak menonjol. Pemimpin yang mengklaim diri bersih kan belum tentu bersih,” lanjutnya.

Sementara Sonny juga menilai apabila Anies-Sandi tidak konsisten. Terkadang mereka mengenakan kemeja putih lengkap dengan selendang khas Betawi.

Baca juga: Yenny Wahid Pastikan Pesan Berantai Yang Catut Ibunya Terkait Ahok dan FPI Hoax

“Ketidak konsistenan Anies-Sandi berbusana membuat mereka hingga saat ini belum memberikan ID yang jelas. Belum ada khasnya,” demikian ungkap Sonny. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Awal Ramadhan, PBNU Pantau Hilal di 90 Titik

Awal Ramadhan, PBNU Pantau Hilal di 90 Titik

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lajnah Falakiyah PBNU telah siap memantau hilal ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis