Home > Ragam Berita > Nasional > Ketua MK Telah Sampaikan Surat Pemberhentian Sementara Patrialis Akbar kepada Jokowi

Ketua MK Telah Sampaikan Surat Pemberhentian Sementara Patrialis Akbar kepada Jokowi

Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat telah menyampaikan surat rekomendasi kepada Presiden Jokowi. Isinya adalah pemberhentian sementara hakim konstitusi Patrialis Akbar.

Ketua MK Telah Sampaikan Surat Pemberhentian Sementara Patrialis Akbar kepada Jokowi

Presiden Joko widodo

“Ini tadi saya menyampaikan dan menjelaskan surat pemberhentian sementara Pak Patrialis, berdasarkan proses pemeriksaan di Majelis Kehormatan (MK),” kata Ketua MK, Arief Hidayat di kawasan Istana Presiden Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Pada Senin kemarin, Ketua Majelis Kehormatan MK, Sukma Violetta memutuskan bahwa hakim konstitusi Patrialis Akbar melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik dan pedoman hakim konstitusi. Patrialis ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada terkait dengan permohonan uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan.

“Keputusan Majelis Kehormatan MK, Ketua MK harus segera menyurati Presiden untuk mengajukan pemberhentian sementara. Surat ini sudah saya sampaikan, secara detail prosesnya juga saya sudah sampaikan kepada bapak Presiden,” tambah Arief yang ditemani oleh Sekretaris Jenderal MK, M Guntur Hamzah.

baca juga: GNPF-MUI Layangkan Surat Pemberitahuan Aksi 112 kepada Polda Metro Jaya

Presiden, menurut Arief telah menyanggupi untuk segera menerbitkan surat pemberhentian sementara Patrialis.

“Atas dasar surat itu kemudian Majelis Kehormatan bersidang kembali untuk pemeriksaan lanjutan, nanti Majelis Kehormatan akan merekomendasikan apakah Pak Patrialis untuk diberhentikan tidak hormat atau hormat,” ungkapnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

KPK Sita Dokumen saat Geledah Kantor Tersangka BLBI

KPK Sita Dokumen saat Geledah Kantor Tersangka BLBI

Jakarta – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua lokasi terkait kasus dugaan korupsi ...