Home > Ragam Berita > Nasional > Didepan Massa 112, KH Didin Hafiduddin : “Pemimpin Yang Tidak Berbicara Baik Membuat Gaduh”

Didepan Massa 112, KH Didin Hafiduddin : “Pemimpin Yang Tidak Berbicara Baik Membuat Gaduh”

Jakarta – KH Didin Hafiduddin mengingatkan umat Islam berdoa agar Allah SWT menyelamatkan umat Islam di Indonesia, yang kini sedang diuji dengan berbagai cobaan kebangsaan dan kepemimpinan. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Tabligh Akbar dan Dzikir 112 di Masjid Istiqlal, Sabtu (11/2/2017).

Didepan Massa 112, KH Didin Hafiduddin : "Pemimpin Yang Tidak Berbicara Baik Membuat Gaduh"

Ustadz Didin

Didin mengutarakan pada saat shalat Shubuh tadi, Imam kembali membacakan Al Maidah ayat 51 soal kepemimpinan. Ia menegaskan Islam menekankan dalam bidang kepemimpinan umat Islam harus memilih pemimpin Muslim.

Kitab suci Al-Quran, ungkap Didin, setidaknya menyebutkan 15 kali soal memilih pemimpin. Islam memerintahkan umat memilih pemimpin Muslim, memilih pemimpin Muslim yang memperjuangkan Islam.

“Dan barang siapa yang mengingkarinya Alquran menyebut mereka adalah orang-orang munafik,” ujar mantan Ketua Baznas ini di hadapan ratusan ribu umat Islam di Masjid Istiqlal.

Didin juga tak lupa mengingatkan ciri kemunafikan salah satunya adalah bila umat Islam memilih pemimpin kafir. Karena ini adalah perintah Allah dalam Alquran, siapa umat Islam yang mengingkarinya ia adalah munafik.

Ia melanjutkan, bagi jamaah akan ada dua calon pemimpin Muslim DKI Jakarta yang hadir di Masjid Istiqlal, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Rasyid Baswedan. Keduanya, kata Didin, menjadi pilihan penting bagi umat Islam khususnya di Jakarta.

Baca juga: Anies dan Agus Ikut Zikir di Aksi 112 Yang Dipimpin Oleh Ustad Arifin Ilham

“Kita sudah berat sekali dengan pemimpin yang berbicara tidak baik, gaduh sekali rasanya,” jelas Didin. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Ridwan Kamil Tegaskan Belum Dapat Kabar dari Golkar

Ridwan Kamil Tegaskan Belum Dapat Kabar dari Golkar

Bandung – Kandidat calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menanggapi beredarnya surat keputusan yang diduga ...