Home > Ragam Berita > Nasional > Saksi Ahli Agama di Sidang Ahok Mempermasalahkan Perkataan Ahok

Saksi Ahli Agama di Sidang Ahok Mempermasalahkan Perkataan Ahok

Jakarta – Al Quran tidak pernah membohongi siapa pun akan tetapi yang menjadi persoalan ialah pernyataan Ahok yang menyebut “dibohongi pakai Al Maidah ayat 51”, kata seorang ahli agama.

Saksi Ahli Agama di Sidang Ahok Mempermasalahkan Perkataan Ahok

Basuki Tjahaja Purnama

Muhammad Amin Suma, ahli Agama Islam dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum untuk bersaksi di persidangan kasus Ahok hari ini, menyatakan, dalam sudut pandang agama, yang menjadi persoalan adalah pernyataan Ahok “dibohongi pakai Al Maidah ayat 51″. “Intinya yang jadi masalah adanya kata-kata (Ahok) itu karena Al Quran tidak pernah membohongi,” ujar Amin.

Baca juga : Model di Usia 14 Tahun, Kate Moss Sudah Terbiasa Pemotretan Tanpa Busana

Ahok ialah terdakwa kasus penistaan agama menyusul pernyataannya ketika berbicara di depan warga Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, pada akhir September tahun lalu. Pada saat itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, menyebutkan “Jangan mau dibohongi pakai Al Maidah ayat 51.” Pernyataannya kemudian menyulut kemarahan umat Islam dan menyeret Ahok menjadi pesakitan.

Dia dikenakan dengan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Menurut Pasal 156 KUHP menyatakan, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Dalam sidang ke-10 hari ini, jaksa menghadirkan empat ahli antara lain ahli agama Islam Muhammad Amin Suma, ahli Bahasa Indonesia Mahyuni dan dua ahli hukum pidana masing-masing Mudzakkir dan Abdul Chair Ramadhan.

Amin sendiri juga menjelaskan bahwa, beberapa ulama sebetulnya melarang penerjemahan Al Quran karena penafsirannya bisa berbeda-beda. “Jangan kan terjemahan, tulisannya juga macam-macam. Oleh karena itu, ada sebagian ulama melarang menerjemahkan Al Quran,” ungkapnya.

(Bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

KPK Akan Langsung Bawa Setya Novanto ke Tahanan Bila Dokter Mengizinkan

KPK Akan Langsung Bawa Setya Novanto ke Tahanan Bila Dokter Mengizinkan

Jakarta – KPK mengisyaratkan akan langsung membawa Ketua DPR Setya Novanto ke rumah tahanan KPK ...