Home > Ragam Berita > Nasional > Pengacara Ahok Kecewa Dengan Pernyataan Menteri Agama di Masa Tenang Kampanye

Pengacara Ahok Kecewa Dengan Pernyataan Menteri Agama di Masa Tenang Kampanye

Jakarta – Kicauan twitter Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang menyinggung calon Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama, mendapat tanggapan balik. Kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat, menilai sikap Lukman dapat dikaitkan dengan latar belakang politiknya.

Pengacara Ahok Kecewa Dengan Pernyataan Menteri Agama di Masa Tenang Kampanye

Humprey Djemat

Humphrey menyebutkan Lukman merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mendukung pasangan calon lain dalam Pilkada DKI Jakarta sehingga tidak netral. Apalagi tanggapan atas perkataan Ahok, dilontarkan pada masa tenang.
“Bisa dibayangkan bagaimana kalau pejabat pemerintah memberikan pernyataannya yang mendukung salah satu paslon, apalagi dalam masa tenang kampanye. Itu melanggar undang-undang,” kata Humphrey, Minggu (12/2).
Humphrey yang menjadi pengurus PPP di kubu yang berseberangan dengan Lukman Hakim, meminta seharusnya pejabat pemerintah dari partai politik dapat memberikan contoh kepatuhan pada aturan Pemilu. Dia pun meminta presiden tidak diam. “Semoga Presiden Jokowi bisa memberikan peringatan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar bisa menahan diri dan bersikap netral,” katanya.
Sebelumnya, Ahok dalam pidatonya di acara penyerahan kembali jabatan Gubernur DKI Jakarta dari pelaksana tugas, sempat menyinggung masalah Pilkada. Dia menyebut memilih pasangan calon berdasarkan agama adalah perbuatan melanggar konstitusi.
Ucapan itu mengundang komentar banyak pihak. Mulai dari Lukman hingga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, yang mengganggap memilih seseorang karena latar belakang agama tidak melanggar dasar negara.
(Bimbim – harianindo.com)
x

Check Also

Diprediksi Bakal Ada Gerakan Asal Bukan Jokowi di Pilpres 2019

Diprediksi Bakal Ada Gerakan Asal Bukan Jokowi di Pilpres 2019

Jakarta – Pilpres 2019 memang masih dua tahunan lagi. Tetapi menjadi seorang pemimpin bangsa byukanlah ...