Home > Ragam Berita > Nasional > Polisi Badan Reserse Kriminal Polri Menetapkan Tersangka Kasus Pencucian Uang GNPF

Polisi Badan Reserse Kriminal Polri Menetapkan Tersangka Kasus Pencucian Uang GNPF

Jakarta – Polisi Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan seorang tersangka berinisial IA dalam kasus dugaan pencucian uang yang melibatkan nama Yayasan Keadilan untuk Semua.

Polisi Badan Reserse Kriminal Polri Menetapkan Tersangka Kasus Pencucian Uang GNPF

Ilustrasi Gambar

 

Yayasan ini diduga mengumpulkan donasi untuk pelaksanaan demonstrasi Aksi Bela Islam, yang dilakukan Front Pembela Islam dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.

Baca Juga : Pengacara Ahok Kecewa Dengan Pernyataan Menteri Agama di Masa Tenang Kampanye

Dalam tahap penyidikan, Bareskrim telah memanggil Ketua Umum GNPF MUI, Bachtiar Nasir, untuk bersaksi. Polisi juga memeriksa Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam Jakarta, Novel Chaidir Hasan atau Novel Bamukmin.

Pengacara GNPF MUI, Kapitra Ampera, menjelaskan GNPF menggunakan rekening Yayasan Keadilan untuk Semua sebagai tempat penampungan donasi Aksi Bela Islam. Alasannya, waktu pelaksanaan aksi itu sudah dekat, mereka tidak punya cukup waktu membuka rekening sendiri.

“Aset yayasan itu di rekening Rp 2,5 juta,” kata Kapitra di Masjid Raya Al-Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 13 Februari 2017.

Kini, kata dia, jumlah uang yang tersimpan di rekening itu kurang lebih Rp 2,5 miliar.

(Bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Perindo Menampik Isu Hary Tanoe Punya Istri Muda

Perindo Menampik Isu Hary Tanoe Punya Istri Muda

Jakarta – Pemberitaan kurang sedap terkait Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, memenuhi media sosial. ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis