Home > Ragam Berita > Nasional > Hati-hati, Banyak Penipuan Dengan Modus Janji Cinta di Hari Valentine

Hati-hati, Banyak Penipuan Dengan Modus Janji Cinta di Hari Valentine

Jakarta – Saat Hari Valentine, mungkin cinta tengah mengudara dan menebar kebahagiaan bagi orang-orang di berbagai penjuru tempat. Namun, sebuah peringatan keras justru muncul di Australia, Malaysia, dan Singapura menjelang momen romantis itu.

Gambar ilustrasi

Pihak berwenang memperingatkan warga akan ancaman penipuan melalui daring berkedok cinta yang semakin gencar menyerang orang-orang kesepian.

Baca juga : Walikota Padang Akan Menindak Tegas Warganya Yang Rayakan Valentine

Komisi Pengaduan dan Konsumen Australia (ACCC) mengatakan penipuan berkedok asmara meraup lebih banyak uang penduduk Australia jika dibandingkan dengan penipuan bentuk lainnya. Secara khusus kelompok orang yang berusia lebih dari 45 tahun rentan tertipu.

Korban biasanya tertipu dengan janji-janji manis sehingga mau memberikan uanga tau barang kepada orang asing.

“Penipuan asmara semakin manipulatif. Jadi, jika Anda akan mencari cinta secara daring di Hari Valentine ini, sangat penting Anda untuk mengenali beberapa tanda peringatan,” ujar Wakil Ketua ACCC, Delia Rickard.

Rickard mengatakan penipu akan membuat profil daring yang terlihat sangat bisa dipercaya. Bahkan tidak jarang dilakukan dengan mencuri identitas orang lain yang tepercaya.

“Jika Anda bertemu seseorang yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, telitilah dulu untuk melihat apakah mereka nyata,” tambahnya.

Selain di Australia, polisi gabungan Malaysia dan Singapura telah berhasil menahan 27 pelaku penipu cinta di Kuala Lumpur. Mereka termasuk 11 warga Nigeria, negara yang terkenal dengan penipuan uang.

Sekitar 108 orang yang kesepian menjadi korban penipuan dan merugi 21 juta ringgit pada 2016 karena kelompok penipu cinta.

Polisi turut menyita sejumlah bukti termasuk komputer, ponsel, dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) yang digunakan pelaku untuk memperdayai korban.

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Malaysia, Acryl Sani, mengatakan korban yang tertipu tidak hanya pria, tapi juga wanita dengan 43 orang dari Singapura dan 65 orang dari Malaysia.

“Kami percaya ada sindikat yang lebih banyak yang beroperasi di Malaysia. Polisi akan memburu dan menangkap para pelaku,” ujar Sani.

Sani menyebut para penipu akan menggunakan kata-kata yang romantis untuk memangsa korban yang kesepian. Pelaku biasanya menggunakan pesan singkat dan tidak pernah tatap muka atau komunikasi melalui telepon.

Direktur Departemen Urusan Komersial Singapura, David Chew mengatakan kasus penipuan daring saat ini semakin kompleks dan bersifat lintas negara.

“Untuk para penjahat yang berpikir bahwa mereka bisa bersembunyi di balik jubah anonimitas yang disediakan internet untuk melakukan penipuan, kami ingin mengirim pesan bahwa kriminalis tidak dibayar,” ujarnya.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Info Arus Mudik 2017: Penumpang Padati di Stasiun Pasar Senen Di Hari H Lebaran

Info Arus Mudik 2017: Penumpang Padati Stasiun Pasar Senen di Hari H Lebaran

Jakarta – Ribuan pemudik yang menggunakan sarana angkutan kereta api padati Stasiun Pasar Senen pada ...