Home > Ragam Berita > Nasional > Warga di Markas FPI Ini Mengaku Berikan Suaranya Untuk Ahok

Warga di Markas FPI Ini Mengaku Berikan Suaranya Untuk Ahok

Jakarta – FPI memang secara tegas telah memutuskan tidak akan memberikan suaranya untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Saiful Hidayat. Nmaun, yang dilakukan Muzalifah (38) justru bertolak belakang. Warga RW 4 tersebut secara terang-terangan menegaskan telah memilih paslon nomor 2 di TPS 17, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebagaimana diketahui, kawasan tersebut adalah markas Front Pembela Islam (FPI).

Warga di Markas FPI Ini Mengaku Berikan Suaranya Untuk Ahok

Ahok saat nyoblos di TPS 54

Ya, Muzalifah memiliki alasan memilih pasangan tersebut. Menurut dia, dirinya dan keluarga memilih Ahok-Djarot karena program paslon tersebut memang menguntungkan. Semuanya pun sudah tersebukti

“(Alasannya) Pertama anak sekolah, KJP dapat, pajak rumah gratis . Kali-kali udah pada rapi dan bersih,” katanya di Petamburan pada Rabu (15/2).

Selain hal itu, dia memilih Ahok-Djarot karena amanah dari mendiang sang ayah. Muzalifah menjelaskan, semasa ayahnya masih hidup, dia berpesan bahwa Pilkada harus mencoblos Ahok-Djarot. Sebab, Ahok sosok yang jujur dan bersih dari KKN.

“Almarhum bapak sudah pesan pilih Ahok. Walau beda agama yang penting jujur. Karena kalau orang jujur sudah pasti benar, tetapi kalau orang benar belum tentu jujur,” ujarnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Anies Minta Didoakan Agar Bisa Penuhi Semua Janjinya

Anies Minta Didoakan Agar Bisa Penuhi Semua Janjinya

Jakarta – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan meminta kepada masyarakat ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis