Banten – Nama Ratu Atut Chosiyah telah terseret dalam sebuah masalah. Bukan hanya dia, beberapa anak buah yang berkaitan kepentingan pribadinya pun terjerat. Hal tersebut terkait dengan sikap burunya saat memimpin Banten.

Istigasah, Ratu Atut, Pemerasan, Rp 500 Juta

Dalam sidang perdana di pengadilan tipikor pada Rabu (8/3/2017), Atut menerima dakwaan telah meminta uang secara paksa kepada beberapa pihak. Mereka adalah Kadis Kesehatan Banten, Djadja Buddy Suhardja, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Banten dan juga Kadis Pendidikan Banten, Hudaya Latuconsina, Kadis Sumber Daya Air dan Pemukiman (SDAP) Banten, Iing Suwargi dan Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Banten Sutadi.

Jumlahnya pun tidak main-main. Yakni, mencapai Rp 500 juta. Dana tersebut dipakai untuk membiayai acara istigasah.

Sementara itu, Atut juga didakwa melakukan korupsi pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Rujukan Pemerintah Provinsi Banten yang masuk dalam APBD dan APBD Perubahan 2012. Dalam kasus ini dia juga melibatkan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan.

Atas perbuatan itu, Ratu Atut didakwakan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (Tita Yanuantari – harianianindo.com)