Jakarta – Mohammad Monib, rekan calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan tanggapan terhadap pidato Anies di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Mohammad Monib Sebut Pidato Kebangsaan Anies Baswedan Bullshit

Dalam pidatonya yang bertajuk “Pidato Kebangsaaan Anies Baswedan – Persatuan Indonesia”, mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyoroti tentang masih banyaknya warga miskin di Ibu Kota yang harus berdesakan di kampung-kampung sempit yang padat penduduk.

Sesuai tema pidatonya juga, Anies membahas soal persatuan, kebersamaan, dan kebhinnekaan.

Khusus terhadap bahasan Anies soal persatuan, dalam video tanggapan berdurasi sekitar 10 menit, Monib menyebut pidato Anies bullshit karena menurutnya pendukung dan para simpatisan Anies datang dari kelompok-kelompok radikal, bahkan telah melarang menshalatkan jenazah pendukung Ahok-Djarot.

“Bagi Saya bullshit berbicara persatuan jika melihat pendukungnya Anies. Kalau bicara persatuan, tentunya orang-orang yang wafat, ibu-ibu yang wafat dan kebetulan ia melihat kinerja Ahok yang bagus dan atas kesadaran amal perbuatan Ahok didalam membenahi Jakarta. Tetapi apa yang dilakukan oleh pendukung Anies? Mereka tidak mau mensholatkan jenazah pendukung Ahok,” kata Monib.

Monib juga mengatakan Anies lebih banyak beretorika dan lebih cocok untuk menjadi seorang motivator dari pada menjadi pemimpin Jakarta.

“Anies bagi saya lebih banyak retorika, lebih banyak motivator tidak tepat untuk memimpin Jakarta. Dimana harus menampilkan wajah Indonesia yang beradab, heterogen, bhinneka tunggal ika. Dan Jakarta tidak tepat kalau kita memberikan ruang sebagai wadah Indoensia kepada kelompok-kelompok, kepada partai-partai yang mengusung jargon-jargon purifikasi, fasis dan penuh nafsu untuk melibas kebersamaan, melibas persatuan, melibas kebhinnekaan, anti Pancasila, ingin menegakkan Jakarta Bersyariah, tak mungkin itu bisa diterima oleh warga Jakarta,” jelas Monib.

Berikut ini videonya:


(samsul arifin – harianindo.com)