Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini dikabarkan sedang membahas model perlindungan kepada para penyidik dan pegawai. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah secara fisik yang diterima penyidik KPK Novel Baswedan terulang.

KPK Sedang Bahas Program Perlindungan untuk Penyidik

KPK

“KPK sedang mengkaji model perlindungan yang cocok untuk pengamanan penyelidik, penyidik, dan penuntut KPK. Setelah kajian itu, akan ditentukan model pengamanan yang pas,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif pada Minggu (16/4/2017).

Pembahasan tentang model pengamanan terhadap penyidik tidak hanya dikaji secara internal KPK. Pembahasan juga melibatkan Polri. Sejumlah aktivis antikorupsi menganggap penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sengaja dilakukan untuk melemahkan kinerjanya sebagai aparat penegak hukum.

Penyerangan itu dilatari karena kasus-kasus yang ditangani Novel Baswedan bukanlah kasus kecil, salah satunya perkara dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Peneliti Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menganggap KPK perlu membuat unit keamanan khusus yang independen.

Baca juga: Rapat Kerja KPK dan Komisi III Ditunda, Inilah Penyebabnya

Unit tersebut nantinya bertugas mengawal dan mengamankan personel di KPK agar kejadian seperti yang dialami Novel tak terjadi lagi.

Sebagaimana diketahui, Novel mendapat serangan fisik dari orang yang belum diketahui identitasnya pada Selasa (11/4/2017). Menurut informasi, seusai menjalani shalat subuh di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Novel dihampiri oleh dua orang yang kemudian menyiramkan cairan diduga air keras ke arah wajah Novel. (Tita Yanuantari – harianindo.com)