Home > Ragam Berita > Nasional > Namanya Disebut Dalam Tulisan Allan Nairn, Hary Tanoe Ambil Langkah Hukum

Namanya Disebut Dalam Tulisan Allan Nairn, Hary Tanoe Ambil Langkah Hukum

Jakarta – Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo bereaksi terkait tudingan yang disebutkan oleh jurnalis senior Allan Nairn dalam tulisannya yang kemudian diunggah oleh media online Tirto.id pada Sabtu (22/4/2017) dengan judul “Ahok Hanyalah Dalih untuk Makar”.

Namanya Disebut Dalam Tulisan Allan Nairn, Hary Tanoe Ambil Langkah Hukum

Hary lewat Kepala Bidang Hukum Perindo Chris Taufik lantas mengambil langkah hukum dengan melaporkan Tirto.id ke Polda Metro Jaya, pada Selasa (25/4/2017) dengan dugaan pencemaran nama baik lewat media elektronik.

“Tuduhannya pencemaran nama baik lewat media elektronik,” kata Chris Taufik, Selasa (25/4/2017).

Dalam tulisannya, Allan Nairn menuding Hary Tanoe sebagai penyandang dana gerakan makar untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Jelas enggak benar. Karena dia juga enggak sebut sumbernya dari mana. Si penulisnya bilang dapat datanya dari sana sini. Tapi gak disebut sana sininya mana,” kata Chris.

Chris juga mengaku pihaknya tidak menempuh jalur melalui Dewan Pers karena terkait media pemberitaan. Alasannya, karena tulisan tersebut bukanlah produk jurnalistik yang harus melakukan check and balance.

“Ini bukan produk jurnalistik. Enggak ada check and balance, sumbernya enggak jelas,” kata Chris.

Chris juga mengatakan, Allan Nairn tidak pernah menghubungi Hary Tanoe saat menyusun tulisan itu. Meskipun Nairn menuliskan bahwa dirinya telah mencoba mengkonfirmasikan tulisan itu kepada Hary Tanoe sebelum mempublikasikannya.

“Katanya sudah dimintai konfirmasi, tapi (HT) enggak mau komentar. Kapan mintanya? Enggak pernah,” kata Chris.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Ridwan Kamil Tegaskan Terus Menyanmakan Presepsi dengan Partai

Ridwan Kamil Tegaskan Terus Menyanmakan Presepsi dengan Partai

Bandung – Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil membantah anggapan yang menyebutkan komunikasi politiknya yang buruk ...