Home > Gaya Hidup > Kesehatan > 4 Fakta Sistem Kekebalan Tubuh yang Tidak Anda Ketahui

4 Fakta Sistem Kekebalan Tubuh yang Tidak Anda Ketahui

Jakarta – Sistem kekebalan tubuh manusia merupakan penjaga utama tubuh Anda dari berbagai penyakit. Sistem kekebalan tubuh merupakan jaringan sel, jaringan dan organ tubuh yang bekerjasama melindungi tubuh.

4 Fakta Sistem Kekebalan Tubuh yang Tidak Anda Ketahui

Sistem Kekebalan Tubuh

Pada kasus kronis yang jarang terjadi seperti imunodefisiensi primer, sistem kekebalan tubuh hilang atau tak berfungsi dengan baik. Meski demikian bagi kebanyakan orang sehat, ini memisahkan teman dari musuh dan merespons musuh seperti bakteri, virus, dan parasit yang mengancam invasi dalam sel.

Demi menjaga kesehatan secara keseluruhan, semua organ dan sel yang membentuk jaringan pertahanan ini memiliki tugas yang sangat spesifik untuk dilakukan. Berikut ini empat hal yang perlu Anda ketahui tentang sistem kekebalan tubuh seperti dilansir dari metrotvnews.com, Minggu (30/4/2017):

1. Sistem kekebalan selalu bekerja dengan benar

Sistem kekebalan tubuh Anda dirancang untuk bekerja agar tetap sehat. Bagi kebanyakan orang sehat, sistem kekebalan tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan terhadap merespon kuman baru seperti bakteri, virus dan parasit, setiap hari.

2. Usus bertindak sebagai penjaga utama

Bagian terbesar dari sistem kekebalan tubuh Anda ada di usus atau saluran pencernaan. Usus juga merupakan baian kerja sistem kekebalan yang paling sulit karena terus menerus mengatur apa yang terjadi dalam tubuh. Sistem pencernaan Anda bekerja untuk membedakan bakteri jahat dan baik yang merupakan kunci untuk kesehatan sistem kekebalan secara keseluruhan.

3. Kelenjar timus berperan penting untuk sistem kekebalan

Timus merupakan organ yang terletak di belakang sternum dan di antara paru-paru yang bertanggungjawab untuk memproduksi jenis sel darah putih yang disebut T-limfosit atau sel T. Sel T yang belum matang dikirim ke timus di mana mereka tumbuh dewasa dan menjadi bagian penting dari sistem kekebalan tubuh bawaan, sebagai pembela terhadap bakteri dan virus. Menariknya, ketika mengalami masa puber, timus mulai menyusut dan perlahan menjadi jaringan lemak.

4. Antibodi adalah infant mikroskopik

Bila tubuh Anda mendeteksi kuman atau zat asing yang menimbulkan respon kekebalan, hal ini dapat menciptakan antibodi. Setelah diciptakan, antibodi mengingat penyerang dan mencegah antigen yang sama untuk melakukan serangan berulang. Penemuan ilmiah ini membuat khasiat vaksinasi menjadi kenyataan.

Baca juga: Inilah Beberapa Manfaat Tidur Berkualitas untuk Tubuh

Perlu diingat, agar sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi baik, ingat selalu untuk mencuci tangan yang dapat mencegah penyebaran penyakit. Selain itu, jaga sistem kekebalan tubuh dengan cukup tidur, olahraga teratur, mengonsumsi makanan sehat dan mengurangi stres dengan meditasi atau yoga. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Mengenal Stunting dan Gejala-Gejalanya

Mengenal Stunting dan Gejala-Gejalanya

Jakarta – Stunting merupakan masalah kesehatan dimana seorang anak mengalami hambatan dalam pertumbuhannya sehingga tidak ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135