Jakarta – Kuasa hukum daro Miryam S Haryani, Aga Khan mengatakan bahwa kliennya tersebut merasa keberatan jika dikatakan mangkir dalam pemanggilan dan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kuasa Hukum Miryam Menilai Pihak KPK Berlebihan Dalam Menerbitkan DPO Kepada Kliennya

Miryam S Haryani Ditangkap di Hotel Grand Kemang

Ia menambahkan, kliennya tersebut juga tidak terima dengan penetapan tersangka atas dugaan memberi keterangan palsu dalam sidang e-KTP. Dia menjelaskan, keterangan palsu adalah pidana umum yang tidak ada sangkut paut dengan komisi antirasuah tersebut.

“Klien saya itu kena tentang keterangan palsu. Dalam sejarah KPK, baru ini makanya kami keberatan dengan status tersangka ini,” kata Aga di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (1/5/2017).

“Itu adalah kewenangan hakim. Keterangan palsu kan keterangan di muka persidangan, BAP itu tidak disumpah berarti boleh dong diubah. Dan di KUHAP mengenal keterangan yang dipersidangkan keterangan yang dipakai hakim untuk bukti,” kata dia.

Aga menilai bahwa pihak KPK bertindak berlebihan dalam menerbitkan DPO kepada Miryam. Ia menilai bahwa Miryam selama ini kooperatif. Hal tersenit, lanjut dia, dengan ditunjukkannya surat ke KPK untuk menjadwalkan pemeriksaan ulang pada Kamis (26/4/2017). Dia menegaskan, pihaknya akan mempraperadilankan penerbitan DPO tersebut.

Baca Juga : Usai Demo Buruh, Muncul Spanduk Selamat Datang Gubernur Baru di Depan Balai Kota

“Seharusnya KPK bisa koordinasi dengan kami dulu,” tandas Aga.

(bimbim – harianindo.com)