Jakarta – Pengacara Miryam S Haryani, Aga Khan, menjelaskan bahwa kliennya enggan datang ketika dipanggil oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tidak terima dirinya ditetapkan sebagai tersangka memberi keterangan palsu dalam kasus korupsi dana e-KTP.

Ternyata Ini Alasan Miryam Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

“Klien saya itu kena Pasal 22 ya tentang keterangan palsu. Dalam sejarah KPK, baru ini, makanya kami keberatan dengan status tersangka ini,” kata Aga di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/5/2017).

Menurut Aga, tuduhan memberikan keterangan palsu seharusnya bukan ranah KPK karena halite adalah kewenangan hakim, apalagi BAP tidak di bawah sumpah sehingga boleh diubah.

“Keterangan palsu kan keterangan di muka persidangan, BAP itu tidak disumpah berarti boleh dong diubah. Dan di KUHAP mengenal keterangan yang dipersidangkan keterangan yang dipakai hakim untuk bukti,” ujarnya.

Selain itu, Aga juga membantah Miryam berusaha melarikan diri karena pada saat itu Miryam merasa kalut ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Padahal pada saat itu Aga telah mengirimkan surat ke KPK untuk menjadwalkan ulang pemeriksaan pada 26 April 2017.

“Saya janjikan KPK, Miryam akan datang tanggal 26, tetapi sebelum tanggal 26, tanggal 25 saya berikan surat bahwa ada praperadilan, tetapi enggak dijawab KPK, malah ditanggapi dengan status DPO. Seharusnya KPK bisa koordinasi dengan kita dulu,” ujar Aga.

Seperti diketahui, setelah ditetapkan sebagai DPO, Miryam ditangkap di Hotel Grand Kemang pada Senin (1/5/2017) dini hari bersama dengan seseorang yang diakuinya sebagai saudara.
(samsul arifin – harianindo.com)