Home > Ragam Berita > Nasional > Inilah Tanggapan ACTA Terkait Pembatalan Banding Ahok

Inilah Tanggapan ACTA Terkait Pembatalan Banding Ahok

Jakarta – Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ali Lubis menilai, pembatalan upaya banding Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, hanyalah strategi agar putusan dua tahun penjara berkekuatan hukum tetap dan Ahok bisa langsung mengajukan peninjauan kembali (PK).

Inilah Tanggapan ACTA Terkait Pembatalan Banding Ahok

Ahok

“Dicabutnya upaya hukum banding di tingkat Pengadilan Tinggi menurut saya merupakan suatu strategi yang lebih realistis dan masuk akal agar mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum tetap atau inkracht dan selanjutnya akan menempuh upaya hukum peninjauan kembali,” kata Ali pada Selasa (23/5/2017).

Menurut Ali, berdasarkan Pasal 263 ayat 2 KUHAP, PK bisa diajukan kembali jika adanya (1) temuan bukti-bukti baru (novum), (2) apabila dalam putusan terdapat pernyataan bahwa sesuatu telah terbukti, akan tetapi terdapat keterangan-keterangan atau penyataan yang ternyata satu sama lain saling bertentangan, (3) apabila putusan tersebut terdapat kekhilafan hakim atau kekeliruan secara nyata.

“Maka alasan yang paling rasional atau masuk akal yang akan diajukan sebagai dasar untuk melakukan peninjauan kembali tersebut adalah apabila putusan itu terdapat kekhilafan yang dilakukan oleh majelis hakim PN Jakarta Utara dalam memutuskan perkara tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Bakal Diminta Ikut Serta Dalam Penysunan RKPD 2018

Menurut Ali, jika PK diterima Mahkamah Agung, hasilnya Ahok bisa bebas, lepas dari segala tuntutan hukum, tidak diterimanya tuntutan penuntut umum, dan pidana yang lebih ringan.

Tidak ada kemungkinan Ahok akan dipenjara lebih lama jika mengajukan PK. “Kau melakukan banding dan kasasi ada kemungkinan vonis hukuman bertambah di atas dua tahun,” ujar dia. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Anies Minta Pembiayaan Gaji Timnya Dibandingkan Dengan Yang Terdahulu

Anies Minta Pembiayaan Gaji Timnya Dibandingkan Dengan Yang Terdahulu

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin agar wartawan membandingkan keberadaan staf gubernur di ...