Home > Ragam Berita > Nasional > JK Imbau Pembahasan RUU Pemilu Melalui Musyawarah Mufakat

JK Imbau Pembahasan RUU Pemilu Melalui Musyawarah Mufakat

Jakarta – DPR RI masih terus melakukan pembahasan mengenai Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu. Setidaknya ada lima poin krusial yang masih dibahas. Namun isu yang paling alot adalah penerapan ambang batas atau presidential threshold dalam Pemilu serentak.

JK Imbau Pembahasan RUU Pemilu Melalui Musyawarah Mufakat

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Kealotan itu lantaran fraksi yang ada di parlemen berbeda pemikiran mengenai presidential threshold. Ditambah lagi pemerintah juga memberikan opsi di angka 20%-25%.

Melihat hal itu, Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengimbau agar penetapan RUU Pemilu berjalan dengan proses musyawarah mencapai mufakat.

Bahkan, JK sapaan akrabnya sempat menekankan, jika tidak melakukan proses musyawarah maka akan melanggar sila keempat dari Pancasila. “Iya, dasarnya musyawarah tapi juga ada tata tertib kalau musyawarah tak tercapai ya suara terbanyak. Suara terbanyak juga demokratis,” kata JK di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).

Baca juga: KPK Kembali Dapatkan Data Terkait Kasus Mesin Pesawat Garuda

Meskipun begitu, JK yang juga Wakil Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono itu menegaskan, jika pada akhirnya harus diputuskan melalui suara terbanyak atau voting, hal tersebut juga bukan menjadi masalah besar. Pasalnya, yang terpenting semua keputusan merupakan hasil musyawarah.

“Pokoknya suara terbanyak, lewat voting apa ya silakan. Tapi kita dahului dengan musyawarah dulu,” ujar JK. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Gerindra Keluar dari Pansus Angket, Wakil Ketua DPR Layangkan Sindiran

Gerindra Keluar dari Pansus Angket, Wakil Ketua DPR Layangkan Sindiran

Jakarta – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menyindir langkah Gerindra yang keluar dari keanggotaan Pansus ...