Home > Ragam Berita > Nasional > KPU Kota Bogor Tegaskan Ada Dua Calon yang Lakukan Konsultasi

KPU Kota Bogor Tegaskan Ada Dua Calon yang Lakukan Konsultasi

Bogor – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor membuka ruang konsultasi untuk bakal calon perorangan dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Bogor pada Pilkada 2018.

KPU Kota Bogor Tegaskan Ada Dua Calon yang Lakukan Konsultasi

Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna mengatakan, sudah ada dua bakal calon yang berkonsultasi dengan KPU Kota Bogor untuk maju melalui jalur perorangan untuk Pilwalkot Bogor mendatang.

“Kami masih membuka ruang konsultasi bagi calon jalur perorangan yang akan mendaftar di Pilwalkot Bogor 2018. Sejauh ini, baru dua orang yang sudah konsultasi,” katanya pada Jumat (14/7/2017).

Undang menambahkan, untuk bakal calon wali kota Bogor yang akan maju dalam Pilwalkot jalur perorangan sedikitnya harus mendapatkan 51 ribu dukungan melalui KTP elektronik.

Meski demikian, jumlah tersebut harus tersebar di beberapa wilayah di Kota Bogor. Jika dukungan hanya berada di satu wilayah saja, maka itu termasuk ke dalam kategori tidak memenuhi syarat.

“Dari 51 ribu dukungan itu harus tersebar minimal di empat kecamatan di Kota Bogor. Jika tidak terpenuhi, maka tidak bisa mendaftarkan diri sebagai calon pemilihan kepala daerah,” jelasnya.

Baca juga: Polisi Ringkus Ibu Rumah Tangga yang Berprofesi sebagai Penjual Narkoba

Selain itu, terkait anggaran KPU Kota Bogor mengalokasikan sekitar Rp40 miliar untuk pembiayaan Pilwalkot dengan estimasi 4 bakal dari partai dan 3 calon melalui jalur perorangan.

“Mudah-mudahan waktu dekat sudah disahkan anggarannya. Pengesahannya nanti pada saat naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) ditandatangani oleh wali kota dan ketua KPU,” tutupnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Profesor Coppel : "Kata Pribumi Yang Digunakan Anies Aneh Dalam Tiga Hal"

Profesor Coppel : “Kata Pribumi Yang Digunakan Anies Aneh Dalam Tiga Hal”

Jakarta – Pilihan kata “Pribumi” yang digunakan Anies Baswedan dalam pidatonya yang menimbulkan polemik itu, ...