Home > Teknologi > Kantor PPP Kubu Djan Faridz Diserang Oknum saat Tengah Malam

Kantor PPP Kubu Djan Faridz Diserang Oknum saat Tengah Malam

Jakarta – Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) yang beralamat di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, diserang oleh ratusan orang pada Minggu (16/7/2017), dini hari.

Kantor PPP Kubu Djan Faridz Diserang Oknum saat Tengah Malam

Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Humprey Djemat memaparkan, ada sekira hampir ratusan orang mencoba mengepung kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro sekira pukul 02.00 WIB, dini hari tadi.

Dalam peristiwa tersebut, kata Humprey, ada sekira enam penjaga keamanan DPP ‎PPP yang tengah bertugas. Enam petugas DPP PPP tersebut pun kemudian mencoba melakukan perlawanan atas penyerangan itu.

Namun, massa yang jumlahnya ratusan tersebut pun melakukan pelemparan batu ke arah depan gedung DPP PPP. Atas pelemparan tersebut, kaca di kantor DPP PPP kubu Djan Faridz pecah serta seorang petugas keamanan terluka.

Dalam hal ini, petugas DPP PPP yang berjaga tersebut pun menghubungi kontor kepolisian terdekat. Setelah selang setengah jam, pihak kepolisian pun datang dan mencoba memediasi ratusan massa aksi untuk segera membubarkan diri.

“Kejadian hampir satu jam. Pukul tiga pagi kondusif, mereka akhirnya bubar,” kata Humprey dikantornya, Jalan Diponegoro, ‎Jakarta Pusat, Minggu (16/7/2017).

Baca juga: Terkait Penyerangan Kantor Sekretariat, PPP Kubu Djan Faridz Layangkan Laporan ke Polisi

Berdasarkan penjelasan dari petugas DPP PPP yang bertugas pada malam tadi, Humprey mengatakan, ratusan orang tersebut mengancam akan kembali menggeruduk kantor DPP. Oleh karenanya, PPP kubu Djan Faridz meminta pihak kepolisian untuk berjaga di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro.

“Mereka mengancam bakal datang lagi dengan ratusan orang. Makanya ini banyak yang kumpul, untuk pengamanan,” tutupnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Telegram Disebut Bisa Sembunyikan Identitas Teroris

Telegram Disebut Bisa Sembunyikan Identitas Teroris

Padang – Aplikasi Telegram harus menghadapi pemblokiran oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika karena dianggap dapat ...