Jakarta – Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan dengan aksi bullyingyang sempat viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, pengamat hukum pidana Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad menilai rehabilitasi terhadap pelaku bullying masih belum cukup.

Pengamat Hukum Nilai Pelaku Bullying Tidak Akan Jera dengan Rehabilitasi

Ilustrasi

“Untuk anak keadilan restoratif dengan proses diversi. Artinya proses hukum terpisah dengan melibatkan keluarga pelaku dan korban,” terang Suparji pada Jumat (21/7/2017).

Suparji menambahkan, rehabilitasi dianggap belum cukup untuk membuat efek jera. Menurut dia, selain rehabilitasi masih ada langkah yang perlu dilakukan pada pihak keluarga.

“Saya kira rehabilitasi itu bagian langkah untuk memberikan hukuman kepada yang bersangkutan. Namun demikian hendaknya tidak berhenti direhabilitasi saja tetapi harus ada pemantaun intensif kepada mereka,” sambungnya.

Menurut Suparji peran orangtua dan juga guru sangat menentukan pertumbuhan anak yang masih berada di titik labil pada usia dini.

Baca juga: Polri : Mutasi Irjen M. Iriawan Merupakan Salah Bentuk Apresiasi

“Di usia seperti mereka orangtua dan guru harus ekstra mengawasi dan mendidik. Karena pada masa pertumbuhan ini mereka masih labil dan selalu ingin mencoba hal baru,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, sembilan pelaku bullying akan menjalani rtehabilitasi selama 3 bulan. Mereka akan dititipkan ke panti sosial di Cipayung, Jakarta Timur. (Tita Yanuantari – harianindo.com)