Home > Ragam Berita > Pilgub Jatim 2018 : Hasil Survey Prediksi Para Pasangan Calon

Pilgub Jatim 2018 : Hasil Survey Prediksi Para Pasangan Calon

Surabaya – Beberapa lembaga survey telah meluncurkan hasil prediksi pasangan calon untuk Pemilihan Gubernur 2018 mendatang. Diprediksi tidak ada pasangan tunggal dan terdapat sekitar 3 sampai 4 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang akan bertarung nantinya.

Pilgub Jatim 2018 : Hasil Survey Prediksi  Para Pasangan Calon

Direktur Utama SSC, Mochtar W Oetomo

Salah satu lembaga survey yang telah meluncurkan hasil prediksinya adalah Surabaya Survey Center (SSC). Direktur utama SSC, Mochtar W Oetomo, mengatakan bahwa sudah ada beberapa nama calon yang akan bertarung pada Pilgub Jatim 2018 nanti.

“Berdasarkan hasil survei berbagai lembaga survei, ada tiga nama bakal calon gubernur yang mendapatkan banyak dukungan masyarakat yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Khofifah Indar Parawansa (Mensos) dan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya),” katanya, Senin (31/07/2017).

Mochtar yang juga pengajar Universitas Trunojoyo Madura menilai, jika Pilgub Jatim diikuti tiga atau empat paslon, maka koalisi partai pengusung juga terbagi tiga atau empat koalisi.

“Koalisi PKB dan PDIP kemungkinan besar mengusung Cagub Gus Ipul. Cawagubnya bisa Pak Kusnadi (Wakil Ketua DPRD Jatim), Budi ‘Kanang’ Sulistyono (Bupati Ngawi), atau Azwar Anas (Bupati Banyuwangi),” tuturnya.

Koalisi kedua yakni, Gerindra, Golkar, PKS dan NasDem, yang berpotensi mengusung cagub Khofifah. Sedangkan cawagubnya antara Anwar Sadad (Sekretaris DPD Gerindra Jatim), La Nyalla Mattalitti (Ketua Kadin Jatim) atau Hasan Aminuddin (anggota DPR RI dari NasDem, pernah 2 periode Bupati Probolinggo).

“Ketiga, koalisi Partai Demokrat dan PAN yang kemungkinan besar akan mengusung cagub Nurwiyatno dan cawagubnya antara Masfuk (Ketua DPW PAN Jatim) atau Suyoto (mantan Ketua DPW PAN Jatim) atau Anang (artis yang juga anggota DPR RI),” ujarnya.

Ia menambahkan, bisa saja akan muncul kejutan dengan hadirnya paslon keempat. Apabila ada dinamika koalisi yang saat ini tengah coba dibangun.

“Bisa saja tiba-tiba Risma (Wali kota Surabaya) maju. Atau ada tokoh lain yang maju dan tidak diprediksi. Bisa juga ada paslon perseorangan,” terangnya.

Menurutnya, peta kontestasi Pilgub Jatim semakin terang pasca-Khofifah menyatakan kesiapannya maju Pilgub Jatim setelah sekian lama melakukan cek sound ke berbagai daerah di Jawa Timur. Terlebih lagi Gerindra dan PKS memiliki pengalaman koalisi di Pilgub DKI Jakarta.

“Yang sulit itu tinggal penentuan calon wakil gubernur. Karena masing-masing partai politik koalisi ingin mendapatkan jatah wakil gubernur,” katanya.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Wiranto Menyebut Isu PKI Biasa Terjadi Jelang Pemilu

Wiranto Menyebut Isu PKI Biasa Terjadi Jelang Pemilu

Jakarta – Beberapa waktu belakangan tengah maraknya isu PKI dengan film G30S dan juga pernyataan ...