Home > Ragam Berita > Internasional > Zakir Naik Pernah Membantah Teori Bumi Datar

Zakir Naik Pernah Membantah Teori Bumi Datar

Jakarta – Ulama kondang asal India, Zakir Naik, pernah membantah teori Bumi Datar yang saat ini kembali ramai berkat penyebarannya di media sosial yang cukup masif.

Zakir Naik Pernah Membantah Teori Bumi Datar

Flat Earth Theory atau Teori Bumi Datar termsuk ke dalam pseudoscience, sepertinya ilmiah namun tidak berdasar sama sekali. Teori ini sudah muncul sejak abad ke-19 namun kini kembali ramai di media sosial.

Di kalangan penggemarnya yang sebagian besar berasal dari kalangan muslim, teori ini lantas dihubungkan dengan ayat Al Quran yakni Surat An-Naziyat ayat 30 yang berbunyi, “Dan Bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.”

Mereka lantas menafsirkan kata dihamparkan sebagai bidang yang datar, padahal dihamparkan juga terbatas pada jangkauan penglihatan manusia.

Melalui dakwahnya yang telah tersebar melalui YouTube, Zakir Naik menyebutkan bahwa kata kerja ‘dahaha’ dalam bahasa Arab pada ayat itu bisa berarti ‘menghampar’ tapi ada sinonimnya, yaitu ‘membulat’, membulat seperti telur.

“Kata ‘dahaha’ juga merupakan turunan dari kata bahasa Arab ‘duya’ yang artinya telur, bukan telur pada umumnya, tapi telur burung unta yang nyaris bulat,” kata Zakir Naik.

Dari data World Geodetic System (WGS-84) yang disimpan National Geospatial-Intelligence Agency juga membuktikan bahwa bumi tidak bulat sempurna. Keliling Bumi di Khatulistiwa adalah 40.075,071 km. Sedangkan keliling Bumi dari Kutub Utara ke Kutub Selatan adalah 40.007,86 km. Ada selisih 67,211 km, artinya Bumi agak lonjong.

Zakir Naik juga memperjelasnya dengan ayat Al Quran lainnya yang menerangkan soal siang dan malam, yaitu di Surat Az-Zumar ayat 5 yang berbunyi “Allah menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam.”

Kata kerja yang digunakan pada ayat tersebut adalah ‘kawaro-yukawwiru’ yang artinya menggulung.

“Kata ‘kawaro’ bermakna seperti Anda melingkarkan sorban di kepala. Jadi fenomena menggulung dari siang ke malam dan malam ke siang hanya mungkin jika bumi itu berbentuk bola. Jika bentuknya datar, itu tidak mungkin,” tegasnya.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Presiden Abbas Segera Lakukan Pertemuan dengan Putin

Presiden Abbas Segera Lakukan Pertemuan dengan Putin

Yerusalem – Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan melakukan kunjungan ke Rusia pada 13-16 Juli. Dalam ...