Home > Ragam Berita > Nasional > Sri Mulyani dan Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1,2 Juta Ekstasi

Sri Mulyani dan Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1,2 Juta Ekstasi

Jakarta – Tim gabungan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dan Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkoba, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Repubiik Indonesia (Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri) berhasil menggagalkan penyelundupan 1,2 juta butir ekstasi milik jaringan internasional.

Sri Mulyani dan Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1,2 Juta Ekstasi

Penyelidikan dilakukan selama dua bulan oleh Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri yang kemudian menginformasikannya kepada DJBC bahwa akan ada pengiriman narkotika melalui jalur tikus di perairan pantai utara di daerah Tangerang, Banten.

Menurut keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dari informasi tersebut baka dibentuk tim gabungan untuk mengawasi daerah tersebut. Tim lantas mencurigai sebuah gudang yang terletak di daerah Kalibaru, Tangerang, Banten.

Indonesia kerap kali menjadi sasaran para bandar narkoba untuk memasarkan barangnya karena Indonesia dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dan jumlah penduduk yang besar.

“Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pertumbuhan jumlah penduduk yang besar sehingga jadi target. Ini merupakan pasar yang menggiurkan, sehingga perlu suatu keharusan menjaga Indonesia,” jelas Sri Mulyani dalam Konferensi Pers, di Ruang Rupatama Mabes Polri Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/8/2017).

Tim gabungan yang melakukan penggerebekan pada Jumat (21/07/2017) berhasil menangkap seorang tersangka berinisial LKT dan mengamankan dua kotak besar berisi narkotika jenis ekstasi berjumlah 1,2 juta butir yang dikemas dalam 120 bungkus.

Dari keterangan LKT, narkotika tersebut adalah milik dari jaringan internasional dari BeIanda yang dikendalikan oleh narapidana berinisial A yang saat ini mendekam di Lembaga Permasyarakatan (LP) Nusakambangan.

“Formasi seperti ini kita temukan bahwa pelaku-pelaku narapidana dalam lapas masih mampu untuk beroperasi dan mengendalikan jaringan yang berada di luar lapas,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang mendampingi Menteri Keuangan.

Atas perintah A, pada hari Minggu (23/7/2017) dilakukan pertukaran sepuluh bungkus pil ekstasi dengan narkotika jenis sabu, dibawah kontrol tim gabungan Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri dan DJBC.

Dari transaksi tersebut, ditangkap seorang tersangka dengan inisial MZ di daerah Grogol, Jawa Barat, serta menyita dua kilogram sabu.

Menurut Sri Mulyani, dari penangkapan ini DJBC dan Polri berhasil menyelamatkan 2,5 juta jiwa warga Indonesia dari narkotika.

“Dari 1,2 juta ekstasi memiliki nilai Rp 600 miliar, ada 2,5 juta manusia terselamatkan. Saya berterima kasih kepada Pak Kapolri yang bekerja, tim kami, dan BNN kompak sebagai bukti kerja sama yang baik menggagalkan jaringan internasional masuk ke Indonesia,” kata Sri Mulyani. (samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Anies Berikan Tanggapan Terkait MA Vonis Dishub DKI

Anies Berikan Tanggapan Terkait MA Vonis Dishub DKI

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menegaskan, pihaknya akan memenuhi putusan Mahkamah Agung ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135