Home > Ragam Berita > Nasional > Inilah Isi Pidato Viktor Laiskodat Tentang Khilafah Yang Dinilai Provokatif

Inilah Isi Pidato Viktor Laiskodat Tentang Khilafah Yang Dinilai Provokatif

Jakarta – Pasca pidato Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Viktor Laiskodat, di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari selasa (01/08/2017) kemarin telah menuai protes dari banyak pihak. Pasalnya dalam pidatonya, Viktor telah menyudutkan beberapa partai seperti PKS, Gerindra, Demokrat dan PAN.

Inilah Isi Pidato Viktor Laiskodat Tentang Khilafah Yang Dinilai Provokatif

Viktor Laiskodat

Cuplikan video pidato Viktor pun kini menjadi viral di media sosial. Akhirnya Viktor juga dilaporkan ke Mabes Polri atas ucapannya tersebut.

Viktor juga menyinggung soal kelompok intoleran dan upaya mendirikan Negara Islam atau Khilafah. Menurutnya dalam gerakan Khilafah semua umat wajib melakukan shalat dan tidak ada perbedaan.

“Mengerti dengan khilafah ? Semua wajib shalat. Semua yang di gereja juga, mengerti ? Mengerti ? Negara Khilafah itu tidak boleh ada perbedaan, semua harus shalat,” jelasnya dalam cuplikan video yang telah beredar.

“Saya tidak provokasi, nant orang Timur (tak jelas) tumbuh nanti, nanti negara hilang. Kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965 ? Mereka tidak berhasil kita yang eksekusi mereka,” sambungnya.

Baca juga : Nasdem Menilai Pidato Viktor Laiskodat Tak Provokatif

Namun sayangnya video yang viral tersebut tidak menunjukkan pidaton Viktor secara keseluruhan. Hingga berita ini tersebar, Viktor juga masih belum memberikan penjelasan secara langsung.

Menanggapi kabar tersebut, Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule, berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan yang dibuat partainya terhadap Viktor Laiskodat atas pidatonya yang sedang ramai diperbincangkan tersebut.

Ketika ditanya apakah pihaknya akan mencabut laporan apabila ada permintaan maaf dari Viktor, Iwan menegaskan permintaan maaf dan hukum adalah dua hal yang berbeda. Oleh karena itu proses hukum tetap harus berjalan.

“Persoalan minta maaf kan persoalan lain. Proses hukum tetap harus berjalan meskipun sudah minta maaf. Itu yang saya harapkan,” ucap Iwan seperti yang dilansir dari republika.co.id, Sabtu (05/08/2017).

Berikut ini cuplikan video yang viral tersebut :

(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Jokowi Mendapat Dukungan Dari DPD Partai Demokrat Jawa Timur

Jokowi Mendapat Dukungan Dari DPD Partai Demokrat Jawa Timur

Surabaya – Baru-baru ini, Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur memberikan mendukung Joko Widodo ...