Home > Gaya Hidup > Kesehatan > Melihat Lebih Dekat Proses Perkawinan dan Kelahiran Lumba-lumba

Melihat Lebih Dekat Proses Perkawinan dan Kelahiran Lumba-lumba

Jakarta – Tingkah laku hewan terkadang sangat menggemaskan ketika di perhatikan. Terutama untuk hewan lumba-lumba, bagi sebagian orang, bahkan sebagian ilmuan, aktivitas dan perilaku lumba-lumba masih menjadi misteri yang belum bisa dipecahkan.

Melihat Lebih Dekat Proses Perkawinan dan Kelahiran Lumba-lumba

Dokter di Ocean Dream Samudra, Yus Anggoro Saputra, berpendapat bahwa proses kelahiran atau breeding lumba-lumba tidak terjadi secara tiba-tiba.

Menurutnya, lumba bukanlah tiba-tiba hamil, namun dijodohkan dengan pejantan yang berkualitas bagus. Pemilihan ini juga berfungsi untuk menghindari inbreeding atau terjadinya perkawinan sedarah yang bisa menyebabkan ganguan genetik.

Dalam proses perjodohan tersebut, ia akan menunggu apakah kedua lumba-lumba tersebut saling suka atau tidak. Anggoro juga akan memantau kapan dan berapa kali terjadi perkawinan antar dua lumba-lumba tersebut.

Setelah satu bulan maka akan diambil darah lumba-lumba untuk dicek hormon progesterone. Jika diatas satu nano gram per mili berarti ada indikasi lumba-lumba betina hamil.

Selanjutnya, setelah dua atau tiga bulan kemudian, tim paramedis akan melakukan USG setiap satu bulan sekali. Prosesnya pun sangat menarik, lumba-lumba akan naik ke atas kolam dan perutnya akan diolesi gel layaknya pemeriksaan kehamilan pada manusia, seperti pemeriksaan USG pada umumnya.

Uniknya, mesin USG yang digunakan untuk mengecek kehamilan lumba-lumba bukanlah mesin khusus tetapi memakai mesin yang dijuga dipakai oleh manusia. Lumba-lumba sendiri mengalami masa kehamilan 12 bulan.

Hal yang menjadi penanda lumba-lumba mau melahirkan yakni mereka mulai tidak mau makan. Dan ketika berada di dalam air, lumba-lumba mulai membanting-bantingkan badan, meloncat-loncat, dan berenang dengan cepat, itu tandanya ia mengalami kontraksi.

Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui bagaimana ukuran pembukaan kelahiran lumba-lumba. Namun, ketika keluar, bayi lumba-lumba akan mengeluarkan ekornya terlebih dahulu selama dua jam.

Baca juga: Perempuan Ini Mengaku Pernah Bercinta Dengan Lumba-Lumba Demi Sebuah Penelitian

Proses ini, jelas Anggoro, dilakukan bayi lumba-lumba guna mengenal dan beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya. Hal tersebut juga dilakukan agar bayi lumba-lumba bisa berenang secara lansung. (Rere – harianindo.com)

x

Check Also

Mengenal Stunting dan Gejala-Gejalanya

Mengenal Stunting dan Gejala-Gejalanya

Jakarta – Stunting merupakan masalah kesehatan dimana seorang anak mengalami hambatan dalam pertumbuhannya sehingga tidak ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135