Home > Ragam Berita > Nasional > Ketua GP Ansor Menyebut Bukan Hanya HTI Yang Mengancam NKRI

Ketua GP Ansor Menyebut Bukan Hanya HTI Yang Mengancam NKRI

Surakarta – Sejak Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengeluarkan statement mengenai dirumuskannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan atau Perpu Ormas, banyak pihak yang pro dan kotra.

Ketua GP Ansor Menyebut Bukan Hanya HTI Yang Mengancam NKRI

Yaqut Cholil Qoumas

Banyak yang menyatakan kontra terhadap keputusan tersebut namun tak sedikit pula yang menyatakan pro alias mendukung keputusan tersebut. Salah satunya yang diutarakan oleh Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil Qoumas.

Yaqut mengatakan bahwa Perpus ormas merupakan wujud ikhtiar pemerintah dalam menjaha negara dari kelompok-kelompok tertentu yang berupaya merusak kondensus nasional.

“Sekarang Perpu Ormas itu baru menangani HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Sementara itu orang-orang atau kelompok yang mengancam konsensus nasional itu bukan hanya HTI, masih banyak yang lain,” kata Yaqut dalam Talkshow Menjaga Indonesia yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah di Hotel Sahid Kota Surakarta, Kamis (10/08/2017) sore.

Baca juga : Pemerintah Akan Bubarkan Ormas Lain Lagi Setelah HTI, Ormas Apa?

Menurut Yaqut, Indoensia saat ini sedang didera dengan tiga cobaan. Pertama, cobaan terhadap konsensus nasional, yaitu NKRI harga mati dan Pancasila sebagai ideologi negara. Kedua, cobaan atas klaim keagamaan. Ketiga, cobaan atas diamnya masyarakat mayoritas.

Masyarkat mayoritas yang dimaksud Yaqut adalah masyarakat Indonesia yang selama ini menjaga keharmonisan hidup dlaam keberagaman yang merupakan warisan dari para kiai pendiri dan pemersatu bangsa.

“Jangan Cuma diam, mereka harus dilawan. Caranya dengan dirangkul, diajak kembali ke Ibu Pertiwi. Kalau mintanya perang, kita layani,” kata Yaqut.

Ketika Yaqut ditanyai mengenai seberapa besar jiwa nasionalisme orang-orang yang menuding Presiden Jokowi sebagai pemimpin diktator karena menerbitkan Prppu Ormas.

“Langkah pemerintah sudah tepat, sudah kodratnya Indonesia itu sebagai bangsa yang majemuk,” jawab Yaqut.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Terkait Pelemparan Bom Molotov, Polres Bekasi Periksa Beberapa Saksi

Terkait Pelemparan Bom Molotov, Polres Bekasi Periksa Beberapa Saksi

Bekasi – Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, pihaknya telah memeriksa empat saksi terkait ...