Home > Ragam Berita > Internasional > AS Disebut Belum Siap Perang Dengan Kora Utara, Ini Penjelasan Pensiunan Jenderal AS

AS Disebut Belum Siap Perang Dengan Kora Utara, Ini Penjelasan Pensiunan Jenderal AS

Jakarta – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara semakin memanas. Kedua pemimpin negara saling memberikan ancaman dan pamer senjata serta kekuatan militer. Yang terbaru, pemimpin Korea Utara mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di Guam.

AS Disebut Belum Siap Perang Dengan Kora Utara, Ini Penjelasan Pensiunan Jenderal AS

Namun demikian, sejumlah pengamat militer justru berpandangan bahwa perang masih terlalu dini karena AS dinilai belum siap menghadapi perang melawan Korut.

Menurut Mark Hertling, pensiun jenderal AS dan analis CNN, AS belum siap dalam hal logistik bila perang memang akan terjadi dalam waktu dekat ini.

Yang pertama, AS harus terlebih dahulu mengevakuasi warga AS yang berada di Korea Selatan.

“Bagaimana anda membawa keluarga-keluarga itu dari semenanjung? Anda harus melakukan hal itu sebagai yang utama,” kata Mark Hertling.

Yang kedua, jumlah pasukan AS belum mencukupi di wilayah Semenanjung Korea bila ingin menghadapi Korut. Termasuk diantaranya menambah kapal perang dan kapal selam, serta pesawat tempur di wilayah Jepang dan Guam.

“Beberapa ditempatkan di wilayah ini, namun tidak cukup mampu menghancurkan Korea Utara dalam artian persenjataan,” ujar Hertling.

Ketiga, serangan ribuan senjata konvensional dari Korea Utara ke Korea Selatan akan mengakibatkan jatuhnya korban ribuan orang di hari pertama.

Sedangkan yang keempat, AS membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk membawa tentara dan persenjataan ke kawasan perang. Hal ini juga terjadi pada saat Perang Gurun di tahun 1991 lalu dimana AS membutuhkan waktu 5 bulan.

Lantas bagaimana dengan ancaman yang provokatif dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un?

Menurut Direktur Operasi Komando Pusat Kerja Sama Intelijen AS di Pasifik, Carl Schuster, ancaman dari Kim Jong-un kebanyakan hanya berupa gertakan.

“Ada jurang yang besar antara bombastis dan aksi,” sindir Schuster.

Seperti diketahui, sebelum ini Korea Utara sedang merencanakan peluncuran 4 rudal balistik ke Guam. Proses perencanaan diperkirakan akan rampung pada pertengahan Agustus ini. Kim Jong-un juga diklaim telah menyetujuinya.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

KPK Geledah Kantor Pusat PLN, Termasuk Ruang Direktur Utama

KPK Geledah Kantor Pusat PLN, Termasuk Ruang Direktur Utama

Jakarta – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Kantor Pusat PLN pada ...