Home > Ragam Berita > Ekonomi > Menkeu Menyebut Harta Indonesia Banyak Dan Tak Harus Takut Utang

Menkeu Menyebut Harta Indonesia Banyak Dan Tak Harus Takut Utang

Jakarta – Beberapa waktu yang lalu Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani pernah menyatakan bahwa kondisi utang pemerintah terus naik dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu diakibatkan kondisi anggaran negara yang terus mengalami pelebaran defisit.

Menkeu Menyebut Harta Indonesia Banyak Dan Tak Harus Takut Utang

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani

Defisit anggaran berarti penerimaan negara lebih kecil dibandingkan anggaran yang harus dibelanjakan. Kecilnya penerimaan negara dipengaruhi banyak faktor, mulai dari lesunya ekspor impor hingga loyonya penerimaan pajak.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah mau tidak mau harus menambal defisit dengan utang. Tanpa itu, anggaran tidak akan mencukupi pembiayaan pembangunan yang sudah disusun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Utang pemerintah sendiri sudah mencapai Rp 3.667 triliun per 30 April 2017, naik Rp 201 triliun dibandingkan posisi Desember 2016.
Namun baru-baru ini Sri Mulyani menyatakan bahwa Indonesia tidak dalam kondisi darurat utang. Hal itu dikemukakan oleh Sri Mulyani saat menjadi bintang tamu pada salah satu acara televisi pada hari kamis (10/08/2017) malam.

Dalam program itu hadir pula Kasi Penilaian Sumber Daya Alam Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Ahmad Fauzi. Tugas Fauzi adalah melakukan penilaian hutan. Mulanya presenter sempat merasa heran dengan tugas yang dilakukan oleh Fauzi.

Baca juga : Dua Anak Perusahaan Gudang Garam Dibeli Perusahaan Rokok Jepang

“Kemenkeu inisiatif menyajikan nilai sumber daya alam, semua sumber daya alam dari hutan sampai laut. Kami belajar menilai hutan, diukur,” jelas Fauzi.

Menjadi seorang penilai hutan, Fauzi mau tak mau harus masuk ke dalam hutan belantara. Di sana, ia melakukan penilaian terhadap seluruh “kekayaan” Indonesia yang ada didalam hutan.

Menjelaskan apa maksud dari penilaian tersebut, Sri Mulyani menyatakan bahwa seluruh kekayaan negara, baik di bumi, air dan sebagainya merupakan milik negara. Semua itu masuk ke dalam kekayaan negara yang dihitung dan merupakan kekayaan untuk masa depan Indonesia pula.

“Jadi kenapa takut hutang ? Harta kita itu masih banyak sekali,” jelas Sri Mulyani.

Ia pun mengungkapkan bahwa tugas Ditjen Kekayaan Negara adalah membukukan, mengadministrasi, merapikan, menilai, dan menjaga seluruh bentuk kekayaan negara. Sehingga seluruh kekayaan tersebut tidak diambil oleh pihak manapun yang tak bertanggung jawab.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Fadli Zon dan Habiburokhman Maju Sebagai Caleg Gerindra

Fadli Zon dan Habiburokhman Maju Sebagai Caleg Gerindra

Jakarta – Pendaftaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kantor Pemilihan Umum (KPU) telah dibuka. Sejumlah ...