Home > Ragam Berita > Internasional > Korea Utara Ternyata Gunakan Mesin Roket Buatan Ukraina

Korea Utara Ternyata Gunakan Mesin Roket Buatan Ukraina

Kiev – Mesin roket rudal balistik Korea Utara ternyata dibuat salah satu pabrik di Ukraina. Namun, mesin-mesin roket bikinan Yuzhmash hanya diberikan dan dipergunakan untuk Rusia. Hal tersebut ditegaskan Badan Luar Angkasa Ukraina.

Korea Utara Ternyata Gunakan Mesin Roket Buatan Ukraina

Rudal Balistik Korea Utara

“Mesin itu dibuat tahun 2001 oleh Yuzhmash, Ukraina,” kata penjabat Badan Luar Angksa Ukraina, Yuriy Radchenko, sebagaimana diberitakan Channel News Asia pada Kamis (17/8/2017).

Menurut Radchenko, mesin RD-250 digunakan roket Cyclone-2 dan Cyclone-3 untuk dipakai Rusia.”Kedua mesin dan roket induk itu dibuat di Yuzhmash untuk kepentingan Rusia,” kata Radchenko.

Ukraina menjelaskan hal ini untuk menanggapi laporan International Institute Strategic Studies pada Senin (14/8/2017), yang melaporkan rudal-rudal balistik milik Korea Utara menggunakan mesin roket buatan Ukraina. Korea Utara lalu memperbaharui mesin-mesin roket itu.

International Institute Strategic Studies menduga mesin-mesin roket itu diselundupkan oleh para pekerja di bidang persenjataan di Rusia dan Ukraina untuk dikirim ke Korea Utara.

Baca juga: Satelit Israel Dapati Iran Sedang Bangun Pabrik Misil di Suriah

Ukraina membenarkan tentang mesin roket yang dipakai Korea Utara buatan negaranya, tapi Ukraina membantah telah menjualnya ke Korea Utara. Menurut badan ruang angkasa Rusia, Rusia saat ini memiliki antara 7 hingga 20 roket Cyclone. Rusia dapat melakukan apa saja dengan mesin roket itu dan blueprint-nya.

“Mereka memiliki mesin-mesin itu, mereka memiliki dokumennya. Mereka dapat memasok mesin-mesin ini dari roket yang sudah jadi kepada siapaun yang mereka inginkan,” ujar Radchenko. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Tanggapi Trump, Korut Makin Ingin Ledakkan Bom

Tanggapi Trump, Korut Makin Ingin Ledakkan Bom

Jakarta – Gertakan Amerika Serikat yang diungkapkan oleh Donald Trump, langsung direspon dengan Korea Utara ...