Home > Ragam Berita > Nasional > Wapres JK Komentari Pemberian Remisi Untuk Gayus

Wapres JK Komentari Pemberian Remisi Untuk Gayus

Jakarta – Pada hari Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang jatuh pada hari kamis (17/08/2017) kemarin, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Hamonangan Laoly, memberikan remisi kepada sejumlah narapidana korupsi dimana salah satunya adalah M Nazaruddin dan Gayus Tambunan.

Wapres JK Komentari Pemberian Remisi Untuk Gayus

Jusuf Kalla

Menkumham Yasonna mengatakan bahwa mayoritas penerima remisi tersebut adalah justice collaborator. Nazaruddin berperan sebagai justice collaborator dalam pengungakapan kasus korupsi yang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sedangkan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Ma’mun, mengatakan bahwa Gayus mendapatkan remisi dikarenakan masih mengikuti aturan lama yakni PP Nomor 99 Tahun 2012 yang mengatur hak warga binaan pemasyarakatan.

Baca juga : Gayus Tambunan dan Narapidana Korupsi Lain Mendapat Remisi

Gayus sendiri mendapatkan remisi pengurangan masa hukuman selama 6 bulan. Tentu saja kabar tersebut mengundang sejumlah kritikan pedas dari publik.

Rupanya kritikan pedas tersebut juga sampai terdengar oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemberian remisi merupakan hak dari Menkumham.

“Ya itu kan hak Menteri Hukum dan HAM) untuk memberikan remisi atas kelakuan baik narapidana selama di penjara. Jadi bukan karena perkaranya,” kata Jusuf Kalla, Jumat (18/08/2017).

Oleh karena itu, meski Gayus merupakan terpidana kasus korupsi, ia juga punya hak yang sama untuk mendapatkan remisi jika dirinya berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman.

“Jadi remisi itu dasarnya selama di penjara dia berkelakuan baik,” jelas Kalla.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Arief Poyuono Menampik Dimarahi Prabowo Terkait Komentarnya Soal AHY

Arief Poyuono Menampik Dimarahi Prabowo Terkait Komentarnya Soal AHY

Jakarta – Prabowo Subianto dikabarkan marah besar kepada para kadernya Arief Poyuono karena mengkritik keras ...